Lo Kheng Hong Punya Saham 1% di 6 Emiten Ini

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor ternama, Lo Kheng Hong dikenal konsistensinya sebagai investor jangka panjang dengan kepemilikan signifikan di sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data terbaru, Lo Kheng Hong tercatat memiliki porsi saham di atas 1% sejumlah perusahaan tercatat dari berbagai sektor, mulai dari industri petrokimia, properti, pembiayaan, pakan ternak, ritel, perkebunan hingga manufaktur ban.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan terbesar Lo Kheng Hong tercatat berada di saham GJTL atau PT Gajah Tunggal Tbk. dengan menggenggam sebanyak 232,79 juta lembar saham atau setara 6,6% kepemilikan di produsen ban tersebut.

Sementara kepemilikan saham Lo Kheng Hong sekitar 1% ada di beberapa emiten antara lain, PT. Polychem Indonesia Tbk. (ADMG) sebanyak 50.318.100 lembar saham atau setara dengan 1,29%.

PT. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) sebanyak 19.422.500 lembar atau 1,45%, PT. Clipan Finance Indonesia (CFIN) sebanyak 75.594.200 lembar saham atau 1,9%, PT. Malindo Feedmil Tbk. (MAIN) sebanyak 27.656.600 lembar saham atau 1,24%.

Selain itu, Lo Kheng Hong juga memiliki saham di PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) sebanyak 201.342.400 lembar saham atau setara dengan 2,84%, dan PT. Salim Invomas Pratama Tbk. (SIMP) sebanyak 771.017.500 lembar saham atau setara dengan 4,97%.

Sebagai informasi, Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang menerapkan skema value investing. Dia berhasil meningkatkan kekayaan dengan cara membeli saham-saham perusahaan bagus di Bursa Efek Indonesia (BEI), tapi memiliki harga saham yang undervalue alias murah ketimbang valuasi aslinya.

Namun dia menegaskan perlu kecermatan dari investor dalam melihat kesempatan saham mana yang masuk dalam kategori ini.

Analoginya, jika cermat investor bisa membeli saham di harga bajaj, padahal aslinya harga saham tersebut masuk kategori lebih tinggi alias masuk tipe mobil Mercedes Benz (Mercy).

"Di dunia nyata tidak ada orang yang menjual Mercy harga Bajaj, tapi di bursa saham banyak," ujarnya.

Untuk menemukan wonderful company di pasar saham, kata Lo, kunci sederhananya adalah dari valuasi price to earnings (PER) dan price to book (PBV).

"Sebenarnya cuma melakukan penambahan, pembagian, pengurangan, perkalian, yang simple tapi ini sempurna," imbuhnya.

(ayh/ayh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |