Antrean panjang truk kargo masih terjebak di jalan-jalan sekitar La Paz dan El Alto pada Rabu waktu setempat. Ribuan pengemudi tidak dapat melanjutkan perjalanan karena para demonstran mempertahankan blokade jalan sambil menuntut pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz. (REUTERS/ Claudia Morales)
Blokade yang telah berlangsung selama sepekan itu memutus jalur distribusi utama menuju dan keluar dari La Paz serta wilayah utara Bolivia. Kondisi tersebut membuat distribusi barang terganggu dan memicu kekhawatiran akan krisis pasokan di sejumlah daerah. (REUTERS/ Claudia Morales)
Menurut pihak berwenang dan kelompok masyarakat setempat, warga mulai menghadapi kelangkaan bahan makanan dan persediaan medis akibat terhambatnya distribusi logistik. Antrean kendaraan berat terlihat mengular di berbagai ruas jalan utama. (REUTERS/ Claudia Morales)
Mengutip Reuters, Jumat (14/5/2026), sejumlah sopir truk mengaku telah terjebak selama berhari-hari dengan akses terbatas terhadap makanan dan air bersih. Salah seorang pengemudi mengatakan beberapa sopir bahkan sudah kehabisan pakaian ganti dan kesulitan mendapatkan air. Ia menyebut banyak pengemudi ingin meninggalkan truk mereka dan berjalan kaki keluar dari lokasi blokade. (REUTERS/ Claudia Morales)
Pengemudi lainnya mendesak pemerintah segera menyelesaikan krisis agar para sopir yang terjebak bisa kembali ke rumah. Sementara itu, para demonstran menyatakan aksi mereka merupakan protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat Bolivia, termasuk kebijakan privatisasi dan buruknya kualitas bahan bakar. Pemerintahan Rodrigo Paz sendiri menyerukan dialog dan mengundang berbagai sektor untuk bernegosiasi di istana presiden. (REUTERS/ Claudia Morales)

8 hours ago
4

















































