Mengupas Strategi Promosi UMKM, Raup Berkah Berkali Lipat di Bulan Ramadan

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Selama Ramadan, aktivitas masyarakat di platform digital cenderung meningkat. Mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka hingga berbelanja produk lokal untuk merayakan Idulfitri, masyarakat terus memanfaatkan platform digital untuk merayakan kemeriahan bulan Ramadan.

Tingginya aktivitas ini juga terlihat di TikTok, di mana hampir 13 juta video singkat berhasil diunggah oleh kreator hingga penjual pada minggu pertama Ramadan 2026.

Tingginya interaksi masyarakat selama Ramadan di TikTok juga membuka peluang bagi brand lokal termasuk UMKM untuk berbagi kisah perjalanan bisnis sekaligus memasarkan produk unggulan mereka.

Melalui kekuatan penemuan TikTok yang dipadukan dengan kekuatan komunitas yang sangat terlibat serta kemudahan berbelanja di TikTok Shop by Tokopedia, pelaku usaha dapat ditemukan oleh lebih banyak konsumen serta mendorong pertumbuhan bisnis.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha lokal dengan modal yang terbatas juga memanfaatkan berbagai solusi pemasaran yang tersedia di TikTok, seperti beriklan lewat TikTok For B untuk memperluas jangkauan mereka.

Sajodo Snack & Food dari Tasikmalaya, Jawa Barat, dan UNERD Footwear dari Pasuruan, Jawa Timur, adalah dua UMKM lokal yang berhasil memanfaatkan TikTok untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya di TikTok Shop by Tokopedia pada Ramadan tahun ini. Simak kisah mereka selengkapnya berikut ini.

Jumlah Pesanan Lebih dari Dua Kali Lipat ketika Ramadan

UNERD Footwear merupakan brand alas kaki lokal asal Pasuruan, Jawa Timur, yang didirikan oleh Yoseph Putera Soesanto saat pandemi. Brand ini menghadirkan berbagai pilihan alas kaki dengan desain stylish dan harga terjangkau, mulai dari sepatu performa lari (running), sepatu kasual atau sneakers, hingga sandal recovery.

Sejak awal berdiri, UNERD telah memanfaatkan platform TikTok, termasuk solusi pemasaran TikTok Ads, untuk memperkenalkan rangkaian produknya kepada audiens yang lebih luas, khususnya anak muda yang mencari produk stylish namun tetap ramah di kantong.

Strategi Konten

Khusus pada momentum Ramadan, UNERD menyesuaikan strategi kontennya dengan menampilkan produk yang relevan untuk berbagai momen Lebaran, seperti ragam model sepatu yang nyaman digunakan saat berkumpul atau bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

Didukung konten organik dan iklan lewat TikTok Ads untuk menjangkau pembeli baru, pada Ramadan tahun ini UNERD mencatat jumlah pesanan meningkat lebih dari dua kali lipat dan penjualan yang hampir dua kali lipat tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, sejak menggunakan solusi pemasaran dari TikTok Ads, UNERD melihat adanya pelanggan baru yang berasal dari Riau, Sumatra Selatan, hingga Lampung.

“Lewat fitur TikTok Ads, kami tidak hanya bisa menjangkau audiens baru yang sebelumnya belum mengenal brand, tapi mengonversi mereka menjadi pembeli yang siap bertransaksi. Dampaknya sangat terasa bagi pertumbuhan bisnis kami—bahkan sekitar 80% dari pembeli kami merupakan pelanggan baru,³ menunjukkan efektivitas TikTok Ads dalam membantu memperluas jangkauan sekaligus mendorong penjualan bagi UMKM lokal seperti UNERD,” ujar Yoseph.

UNERD percaya bahwa fitur-fitur pemasaran yang tersedia di TikTok, termasuk TikTok Ads, membantunya dalam mengembangkan jangkauan pasar UNERD hingga ke seluruh Indonesia.

Selain hadir di TikTok Shop by Tokopedia, UNERD juga hadir di 68 mitra toko retail dan 3 toko offline di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Bahkan, UNERD juga mampu memperluas pasar hingga memperkenalkan produknya ke tingkat internasional, termasuk Jepang.

Penjualan Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Saat Ramadan

Sajodo Snack & Food merupakan brand camilan lokal yang didirikan oleh pasangan pengusaha muda Firda Khaerunnisa dan Gilang Gumilar pada 2020 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari keinginan pribadi untuk memberdayakan petani lokal saat pandemi, Sajodo mengolah hasil panen mereka menjadi aneka camilan pedas khas Sunda seperti basreng daun jeruk, keripik kaca, keju aroma, baso aci, serta berbagai keripik pedas seperti kulit ayam dan usus krispi.

Sejak awal merintis usaha, Firda dan Gilang langsung memanfaatkan TikTok untuk membagikan konten seputar proses produksi hingga cerita di balik perjalanan bisnis Sajodo. Konten yang terus direkomendasikan melalui kekuatan penemuan TikTok ternyata berhasil membantu pengguna menemukan brand dan produk Sajodo secara organik. Seiring meningkatnya minat dan permintaan dari pelanggan, Sajodo kemudian memperluas jangkauan melalui ekosistem digital seperti TikTok Shop by Tokopedia, serta memanfaatkan layanan beriklan TikTok Ads untuk menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sejak awal merintis Sajodo, kami merasakan langsung bagaimana kekuatan penemuan dan dukungan komunitas TikTok yang sangat terlibat memungkinkan brand lokal seperti kami lebih mudah ditemukan oleh banyak orang. Kami juga aktif memanfaatkan solusi pemasaran seperti TikTok Ads untuk menjangkau konsumen baru, sehingga banyak orang yang akhirnya mengenal produk kami dan itu sangat membantu memperluas pasar kami di berbagai kota,” ujar Firda.

Periode Penjualan Paling Penting

Bagi Sajodo, Ramadan menjadi salah satu periode penjualan paling penting karena meningkatnya permintaan camilan untuk berbuka puasa, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar mengisi toples sebelum Lebaran.

Selain aktif berbagi konten bertema Ramadan melalui akun mereka, Sajodo juga terus mengikuti kampanye Ramadan yang diselenggarakan TikTok serta beriklan melalui solusi pemasaran seperti TikTok Ads untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Konsistensinya pun membuahkan hasil. Pada Ramadan tahun ini, Sajodo berhasil mencatatkan peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat di TikTok Shop by Tokopedia⁴.

“Sebagai UMKM dengan modal yang terbatas, TikTok Ads sangat membantu kami untuk memperluas jangkauan Sajodo. Melalui alat yang mudah digunakan serta dukungan langsung dari tim TikTok, kami bisa dengan cepat menyesuaikan strategi promosi agar lebih efektif dan efisien, terutama saat momentum penting seperti Ramadan ketika permintaan meningkat. Hasilnya pun terasa langsung pada bisnis kami, dengan penjualan naik signifikan,” ujar Firda.

Berbekal modal awal sekitar Rp1 juta dan tim kecil, Sajodo kini berkembang menjadi bisnis dengan omzet miliaran rupiah, memiliki tiga pabrik, serta membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan masyarakat sekitar di Tasikmalaya. Konsistensi memanfaatkan kanal penjualan digital juga membantu Sajodo memperluas pasar, bahkan hingga ke Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |