Modus Penipuan Baru, Platform Investasi Palsu Makin Mirip Aslinya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Modus penipuan kian beragam dan canggih. Kini marak bermunculan platform investasi palsu yang dibuat penipu sangat mirip dengan aslinya. Kemunculan platform investasi palsu seperti itu terjadi di negara-negara kawasan Timur Tengah, sebagaimana laporan Gulf News.

Kaspersky melaporkan lebih dari 100.000 upaya penipuan yang meniru situs investasi sah telah diblokir sejak tahun 2024 di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir.

Banyak dari penipuan ini menggunakan dasbor yang tampak profesional, antarmuka berbahasa Arab, dan saluran dukungan pelanggan palsu untuk meyakinkan pengguna bahwa mereka berurusan dengan layanan yang asli.

"Penipuan daring telah menjadi semakin canggih karena penjahat siber menginvestasikan upaya yang signifikan untuk membuatnya tampak otentik," kata Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior Kaspersky, dikutip Minggu (1/3/2026).

Kelompok kriminal sangat bergantung pada taktik membangun kepercayaan, seringkali mendekati pengguna melalui iklan media sosial, aplikasi perpesanan, atau panggilan yang tidak diminta.

Setelah uang disetorkan, platform palsu menampilkan keuntungan fiktif meskipun tidak ada perdagangan nyata yang terjadi.

Para penipu juga memanfaatkan celah dalam kesadaran konsumen dengan memberi label beberapa platform sebagai "halal" atau "investasi Islami," menggunakan isyarat budaya atau etika yang familiar agar tampak sah.

Altukhova mencatat banyak korban mengabaikan tanda-tanda peringatan kecil, dan menambahkan: "Mereka mengandalkan kepercayaan sebagai jalan masuk mereka... Poin pentingnya adalah memperhatikan detail dasar seperti domain situs web, kesalahan ejaan, metode pembayaran, dan tanda-tanda enkripsi yang aman sebelum membagikan data apa pun atau menginvestasikan uang."

Peringatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran bersama dengan eToro, yang menyatakan meningkatnya investasi digital telah menciptakan peluang dan risiko bagi pengguna ritel.

George Naddaf, Direktur Pelaksana eToro MENA, mengatakan bahwa para penipu memanfaatkan tren meningkatnya minat investasi di tengah-tengah masyarakat.

"Investasi online telah membuka peluang luar biasa bagi orang-orang untuk mengembangkan kekayaan mereka dan lebih mengendalikan masa depan keuangan mereka. Tetapi seiring dengan meluasnya lanskap investasi, sayangnya, jumlah penipu yang mengeksploitasi kepercayaan pelanggan juga meningkat," ucap Naddaf.

Ia mendesak para investor untuk melakukan pengecekan dasar sebelum mentransfer dana atau berinteraksi dengan platform apa pun.

"Sebelum mentransfer dana atau membagikan informasi pribadi, kami mendesak para investor untuk selalu memverifikasi bahwa platform apa pun yang mereka gunakan memiliki lisensi dan regulasi yang sesuai... Beberapa menit melakukan uji tuntas dapat melindungi tabungan hasil jerih payah selama bertahun-tahun," katanya.

Bagaimana cara pengguna tetap aman?

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah praktis bagi siapa pun yang mempertimbangkan penawaran investasi online:

- Gunakan platform yang berlisensi dan teregulasi.

- Periksa kembali URL, toko aplikasi, dan enkripsi sebelum memasukkan detail.

- Hindari skema yang menjanjikan keuntungan cepat atau terjamin.

- Jangan pernah membagikan data perbankan atau data pribadi dengan kontak yang tidak dikenal.

- Gunakan kata sandi yang kuat, aktifkan otentikasi dua faktor, dan selalu perbarui perangkat Anda.

- Instal perangkat lunak keamanan siber dengan perlindungan anti-phishing.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |