Fenomena sosial yang tak biasa tengah mencuat di Argentina. Sejumlah remaja viral di media sosial karena mengidentifikasi diri mereka sebagai hewan, baik secara mental, spiritual, maupun psikologis. Tren ini memancing rasa penasaran publik setelah berbagai video aktivitas mereka ramai beredar di internet. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Di sebuah plaza di Buenos Aires, suasana taman bahkan tampak berubah seperti hutan kecil ketika para remaja berkumpul. Salah satu di antaranya, Sofía, terlihat mengenakan topeng anjing beagle dan berlari di area taman dengan kedua tangan dan kakinya menyentuh tanah, menirukan gerakan seekor anjing. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Tak jauh dari sana, remaja 15 tahun bernama Aguara juga melakukan atraksi serupa. Ia melompati rintangan sambil menirukan gerakan presisi seekor anjing ras Belgia. Beberapa remaja lain mengenakan kostum kucing dan rubah, bahkan ada yang bertengger di dahan pohon sambil menjaga jarak dari pengunjung taman yang penasaran. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Kelompok ini dikenal sebagai “therian”, yakni individu yang merasa memiliki keterikatan identitas dengan hewan non-manusia. Dalam beberapa bulan terakhir, tren tersebut melonjak di media sosial Argentina, terutama di TikTok, dan menarik perhatian warganet. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Tagar #therian sendiri telah digunakan lebih dari dua juta kali secara global. Argentina bahkan disebut sebagai negara dengan tingkat interaksi tertinggi di kawasan Amerika Latin terkait tren tersebut. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Aguara, yang mengaku mengidentifikasi diri sebagai anjing Belgian Malinois, mengatakan bahwa dalam perhitungan usia anjing, dirinya setara dengan dua tahun dua bulan. Meski demikian, ia menegaskan tetap menjalani kehidupan seperti remaja pada umumnya. (REUTERS/Tomas Cuesta)
“Saya bangun seperti orang normal dan menjalani hidup seperti orang normal. Tapi saya punya momen ketika saya suka menjadi anjing,” ujarnya, dikutip dari AP, Selasa (3/3/2026). Aguara yang menyebut dirinya pemimpin kelompok atau “pack” juga memiliki lebih dari 125 ribu pengikut di TikTok dan rutin mengoordinasikan pertemuan komunitas di sekitar ibu kota Argentina. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Fenomena ini memicu beragam reaksi publik, mulai dari tawa, kebingungan, hingga kemarahan. Psikolog Débora Pedace dari Integral Therapeutic Center di Buenos Aires menilai perilaku tersebut merupakan bentuk identifikasi simbolis dengan hewan. Ia menambahkan kondisi itu baru dianggap mengkhawatirkan apabila berubah menjadi keyakinan yang sangat mendalam hingga seseorang sepenuhnya mengambil peran sebagai hewan dan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (REUTERS/Tomas Cuesta)

3 hours ago
2
















































