Jakarta, CNBC Indonesia - Industri otomotif tengah menghadapi perlambatan penjualan kendaraan baru. Namun di sisi lain, bisnis suku cadang justru menunjukkan tren sebaliknya. Fenomena ini salah satunya dipicu perubahan perilaku konsumen kelas menengah yang kini cenderung mempertahankan mobil lebih lama dibandingkan sebelumnya.
Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani mengungkapkan jika sebelumnya konsumen kerap mengganti kendaraan setelah beberapa tahun pemakaian, kini tren tersebut mulai berubah. Banyak pemilik mobil memilih mempertahankan kendaraan mereka lebih lama, sekaligus meningkatkan intensitas perawatan.
"Kalau yang first car buyer, yang tadinya mengganti dengan menjual kendaraan lamanya, sekarang mereka menggunakannya dengan lebih lama (bisa jadi gak 5 tahunan lagi). Supaya mobilnya tidak cepat rusak, mereka memelihara dengan lebih baik," kata Agung kepada CNBC Indonesia, Minggu (22/3/2026).
Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya kesadaran konsumen dalam merawat kendaraan. Pemilik mobil kini cenderung menjaga kondisi mobil lebih baik agar dapat digunakan lebih lama.
Foto: Begini kondisi sentra mobil bekas jelang akhir tahun di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025), di mana kondisinya cukup sepi. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Begini kondisi sentra mobil bekas jelang akhir tahun di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025), di mana kondisinya cukup sepi. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Semakin banyak customer yang memelihara kendaraannya dengan sangat baik dan memakai unitnya menjadi lebih lama dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
ADM sendiri memiliki basis kendaraan yang sangat besar di pasar domestik. Sejak beroperasi di Indonesia pada 1978, perusahaan telah memproduksi lebih dari 9 juta unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 juta unit kendaraan yang masih beroperasi menjadi basis layanan purnajual perusahaan secara global dan domestik.
"Unit yang masih beroperasi itu sekitar 4 juta. Kalau khusus Daihatsu di Indonesia kurang lebih sekitar 1,5 juta unit yang kita layani," ujarnya.
Dengan basis kendaraan yang besar tersebut, bisnis suku cadang menjadi salah satu tulang punggung layanan purnajual perusahaan. Secara rata-rata penjualan spare part perusahaan tumbuh sekitar 10% setiap tahun dalam beberapa waktu terakhir.
"Kenaikannya kurang lebih hampir 10% rata-rata setiap tahun," katanya.
Selain perubahan perilaku konsumen, perusahaan juga melakukan sejumlah perbaikan operasional untuk menjaga pertumbuhan bisnis tersebut. Salah satunya dengan mempercepat proses pemenuhan pesanan dan meningkatkan ketepatan distribusi.
Perusahaan kini menerapkan sistem pemantauan distribusi logistik secara real time agar pengiriman suku cadang tidak mengalami keterlambatan.
"Kita percepat proses pemenuhannya dan kita on-time-kan. Sekarang tidak ada truk yang delay lagi," ujarnya.
(wur/wur)
Addsource on Google

8 hours ago
4
















































