Orasi Guru Besar UMJ Prof Sri Yunanto: Tegaskan Soft Power Fondasi Indonesia Emas 2045

6 hours ago 3

loading...

Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora UMJ, Profesor Sri Yunanto menyampaikan orasi ilmiah pada acara pengukuhan guru besar di Kampus UMJ, Ciputat, Tangsel. Foto/Ist

JAKARTA - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju dan berpengaruh pada saat memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045. Namun peluang tersebut tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) dan jumlah penduduk yang besar.

Kekuatan nilai, budaya, demokrasi, serta kualitas kebijakan publik yang dikenal sebagai soft power harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Umat, UMJ Gelar Hari Bermuhammadiyah

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Profesor Sri Yunanto dalam Orasi Ilmiah pada acara pengukuhan dirinya di Kampus UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (13/1/2026).

Dalam orasi bertajuk refleksi Indonesia Emas 2045 dari perspektif politik dan kekuatan lunak negara, Yunanto menegaskan bahwa Indonesia berada pada persimpangan sejarah. Di satu sisi, Indonesia memiliki modal besar untuk melompat menjadi negara maju. Di sisi lain, berbagai persoalan struktural masih membayangi dan berpotensi menghambat pencapaian visi besar tersebut.

“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang menjadi soal adalah bagaimana potensi itu dikelola. Di sinilah peran soft power menjadi sangat penting,” kata Yunanto di hadapan civitas akademika UMJ dan undangan.

Baca juga: Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!

Yunanto mengawali orasinya dengan refleksi historis dan spiritual. Ia mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18 yang menekankan pentingnya menyiapkan masa depan dengan belajar dari apa yang telah dilakukan di masa lalu. Menurutnya, pesan tersebut relevan dalam konteks Indonesia yang tengah menatap masa depan sebagai bangsa berusia 100 tahun.

“Masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarahnya. Visi Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas refleksi yang jujur atas capaian dan kegagalan bangsa ini,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Yunanto, telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju, modern, berdaulat, berkeadilan, dan berpengaruh di dunia internasional. Visi tersebut mencakup pembangunan manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerataan ekonomi, serta ketahanan nasional.

Optimisme terhadap visi ini juga diperkuat oleh proyeksi ekonomi global. Laporan Goldman Sachs Global Economics Paper memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu dari tujuh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045, sejajar dengan Amerika Serikat, China, India, Jepang, Jerman, dan Inggris.

“Optimisme ini bukan sekadar mimpi. Indonesia memiliki dasar objektif untuk mencapainya, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat,” ujar Yunanto.

Dalam orasinya, Yunanto menguraikan dua modal utama Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, yakni sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA). Dari sisi demografi, Indonesia memiliki populasi sekitar 286 juta jiwa dan berada di peringkat keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Pada 2035, Indonesia diperkirakan memasuki puncak bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |