Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan sengit antara Leeds United dan Manchester City baru-baru ini diwarnai insiden kontroversial yang menarik perhatian publik sepak bola. Sebuah jeda singkat untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa Ramadan justru disambut cemoohan dari sebagian suporter tuan rumah. Peristiwa ini terjadi di Stadion Elland Road, memicu beragam reaksi dari para pelatih dan organisasi anti-diskriminasi.
Meskipun alasan jeda telah ditampilkan di layar lebar stadion, reaksi negatif tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai pemahaman dan toleransi di kalangan penggemar. Protokol jeda buka puasa Ramadan sendiri telah menjadi bagian dari pertandingan Premier League selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran dalam lingkungan olahraga yang semakin multikultural.
Kejadian ini tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan penggemar, tetapi juga mendapat tanggapan serius dari manajer kedua tim, Daniel Farke dan Pep Guardiola, serta kelompok anti-diskriminasi terkemuka. Mereka menyerukan pentingnya saling menghormati dan memahami keberagaman dalam olahraga.
Kontroversi Jeda Buka Puasa Ramadan di Elland Road
Pada menit ke-12 pertandingan antara Leeds United dan Manchester City, permainan dihentikan sementara. Jeda ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para pemain Muslim untuk berbuka puasa Ramadan, sesuai dengan protokol yang telah disepakati di Premier League. Namun, momen yang seharusnya menjadi bentuk penghormatan ini justru diwarnai cemoohan dari beberapa bagian penonton tuan rumah di Elland Road.
Pesan yang menjelaskan alasan jeda tersebut sebenarnya telah ditampilkan dengan jelas di layar lebar stadion. Informasi ini seharusnya memberikan pemahaman kepada para penggemar mengenai tujuan penghentian sementara pertandingan. Meski demikian, suara cemoohan tetap terdengar, menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan mengenai respons publik.
Insiden ini menjadi sorotan karena protokol jeda buka puasa Ramadan telah diterapkan selama beberapa musim. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah dalam hal edukasi dan sosialisasi kepada seluruh elemen sepak bola, termasuk para suporter. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya saling menghormati di tengah keberagaman.
Tanggapan Daniel Farke: Salah Paham atau Ketidakhormatan?
Manajer Leeds United, Daniel Farke, menyatakan bahwa cemoohan suporter terhadap jeda buka puasa Ramadan tidak dapat diterima. Namun, ia meyakini bahwa sebagian besar penggemar tidak mengetahui alasan sebenarnya di balik penghentian permainan tersebut. Farke menduga jeda itu mengejutkan banyak penonton dan cemoohan muncul karena mereka berpandangan Manchester City sengaja mengulur waktu, terutama setelah Leeds memulai pertandingan dengan baik.
Farke tidak yakin reaksi tersebut secara spesifik menargetkan elemen Ramadan, dan ia meragukan berapa banyak penggemar yang memperhatikan pesan di layar. Farke menambahkan, jika cemoohan tersebut berakar pada ketidakhormatan, maka dia juga dengan tegas mengecam suporter Leeds. Baginya, setiap individu yang mencemooh karena ketidakhormatan harus belajar dari insiden ini.
Manajer asal Jerman ini juga menyinggung insiden sebelumnya di mana Pep Guardiola pernah mengumpulkan pemainnya untuk memberikan pembicaraan taktis. Hal ini, menurut Farke, mungkin menyebabkan kebingungan di antara para penggemar yang mengira jeda tersebut adalah taktik semata. Farke menekankan pentingnya pemahaman dan edukasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kecaman dari Pep Guardiola dan Kelompok Anti-Diskriminasi
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, sebelumnya mengutuk keras cemoohan yang dilontarkan oleh para pendukung Leeds United. Guardiola menyerukan "penghormatan terhadap agama dan keragaman" sebagai respons atas insiden tersebut. Ia menekankan bahwa di "dunia modern" saat ini, sangat penting untuk menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap agama dan keragaman budaya.
Guardiola juga menjelaskan bahwa Premier League mengizinkan jeda satu atau dua menit untuk berbuka puasa, dan timnya hanya mengikuti panduan yang telah ditetapkan. Pernyataannya menegaskan bahwa jeda tersebut adalah bagian dari upaya liga untuk mengakomodasi pemain Muslim. Kecaman serupa juga datang dari kelompok anti-diskriminasi Kick It Out.
Kick It Out menyebut insiden cemoohan tersebut "sangat mengecewakan". Mereka menyatakan bahwa jeda untuk berbuka puasa Ramadan adalah bagian penting dan terlihat untuk membuat sepak bola ramah bagi pemain dan komunitas Muslim. Kelompok ini menambahkan bahwa reaksi negatif tersebut menunjukkan bahwa sepak bola masih memiliki jalan panjang dalam hal pendidikan dan penerimaan terhadap perbedaan.
Asisten manajer Leeds United, Eddie Riemer, yang mewakili Daniel Farke dalam konferensi pers pasca-pertandingan, juga menyatakan kekecewaannya. Riemer menegaskan bahwa klub akan mencoba belajar dari insiden ini untuk memastikan tidak terulang kembali.

6 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5168524/original/033224600_1742449887-Depositphotos_365597030_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501163/original/064338700_1770888533-Media_Gathering_-_Cerita_Ramadan_Masa_Kini_bersama_Shopee_Big_Ramadan_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514269/original/070613600_1772085444-Tato.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515455/original/038121200_1772175725-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517161/original/038718300_1772418235-sule.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367999/original/062206100_1679493665-Sholat-Tarawih-Pertama-Ramadhan-2023-di-Musala-Nurul-Fajri-Depok-merdeka-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)




























