Perang hingga Piala Dunia, Sentimen Pengaruhi Rupiah-IHSG

4 hours ago 2

Sentimen Pekan Depan

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia

07 June 2026 19:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.

Ketahanan Fiskal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar pada Jumat (5/6/2026).

Di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Menkeu menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dengan realisasi APBN yang menunjukkan tren sangat positif.

Posisi defisit APBN saat ini masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan.

Defisit APBN meningkat tipis mencapai Rp 180,4 triliun atau 0,70% dari PDB. Angka ini lebih tinggi sedikit dibandingkan Rp164,4 triliun atau 0,64% dari PDB pada akhir April 2026.

"Realisasi APBN sampai Mei 2026 terus menunjukkan positif," kata Purbaya, dalam konferensi pers, dikutip Minggu (7/6/2026).

Defisit fiskal masih menjadi sorotan tajam bagi investor, utamanya di tengah gejolak perang yang membuat harga energi dan turunannya meningkat yang diperkirakan membuat biaya-biaya semakin mahal.

Dolar di atas Rp18.000

Pelemahan rupiah terhadap dolar menjadi sentimen pemberat bagi pasar saham. Posisi tutup minggu ini di level Rp18.010 akan menjadi sentimen di awal pekan depan. Pelemahan rupiah menjadi sinyal negatif bagi investor karena nilai tukar adalah salah satu indikator umum melihat ketahanan ekonomi suatu negara.

Jika dolar tetap bertahan di Rp18.000 ke atas, bukan tidak mungkin jika aliran dana akan mengalir ke tempat lebih aman atau minim risiko dibandingkan pasar saham yang disebut instrumen berisiko.

Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menuturkan pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara berkembang.

"Selain itu kebutuhan (dolar) domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran ULN," kata Destry, dalam pesan singkat kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (7/6/2026).

Dia pun menegaskan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya. Selain itu, BI terus memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik.

Destry menjelaskan intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.

Kabar Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya akan merasa terhormat untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Langkah mengejutkan ini diambil di tengah upaya untuk menyepakati perjanjian besar guna mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah menyeret stabilitas global hingga memasuki bulan keempat.

Mengutip CNBC International, Minggu (7/6/2026), Trump menegaskan kesediaannya tersebut saat menjawab pertanyaan dari para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, setelah dirinya memberikan pengumuman resmi terkait komoditas batu bara. Trump menyatakan ia membuka peluang penuh untuk bertatap muka secara langsung dengan pemimpin Teheran tersebut jika kesepakatan damai berhasil dicapai.

"Jika kita membuat kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu. Saya tidak keberatan dengan hal itu," ujar Trump di hadapan media.

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru di Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas terbunuh pada hari pertama pertempuran sengit meletus. Meskipun serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan ayah serta anggota keluarga Khamenei lainnya, Trump secara mengejutkan mengaku tetap berekspektasi bahwa sang pemimpin baru Iran akan bersikap profesional.

Gelaran RUPS Hingga Proyeksi Dividen Perusahaan Besar

ANTM: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dijadwalkan digelar pada Rabu pekan depan (10/6/2026). RUPS ini menjadi perhatian besar mengingat emas bersinar terang sejak dua tahun terakhir.

Pada tahun buku 2025, di mana laba bersih perusahaan melonjak drastis hingga mencapai Rp 7,21 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Jika manajemen ANTM mempertahankan kebijakan Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 100% seperti pada tahun buku 2023 dan 2024, maka nilai Dividend Per Share (DPS) yang didistribusikan kepada investor diproyeksikan mencapai 299,98 per lembar saham.

INCO: Emiten tambang pelat merah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan akan membagikan total dividen tunai sebesar US$45.638.211 atau sekitar Rp816,14 miliar. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui pembayaran dividen setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025. Diketahui, laba tahun 2025 INCO tercatat sebesar US$76,06 juta pada 2025, meningkat 31,67% dibandingkan laba tahun sebelumnya.

Jadwal pembagian dividen INCO:
1. Cum Dividen untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 10 Juni 2026
2. Ex Dividen untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 11 Juni 2026
3. Cum Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai 12 Juni 2026
4. Ex Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai 15 Juni 2026
5. Tanggal Tutup Buku Dividen (Recording Date) 12 Juni 2026
6. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Tahun Buku 2025 26 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai, Pasar Saham Rawan Sepi

Saat Piala Dunia berlangsung, para penggemar sepak bola lebih memilih membelanjakan uangnya seperti untuk beli baju, nonton bareng, dan pengeluaran lainnya sehingga pasar saham akan ditinggalkan, termasuk Indonesia.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pasar saham Indonesia pun turut merasakan sepinya perdagangan saat Piala Dunia berlangsung. Sejak edisi Piala Dunia pertama pada abad 21 di Korea - Jepang hingga Rusia pada 2022, rata-rata volume perdagangan IHSG turun.

Pasar saham Indonesia pun turut merasakan sepinya perdagangan saat Piala Dunia berlangsung. Sejak edisi Piala Dunia pertama pada abad 21 di Korea - Jepang hingga Rusia pada 2022, rata-rata volume perdagangan IHSG turun.

(ras/ras)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |