Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Indonesia mengalami trading halt di awal perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun tajam dari level pembukaan 8.980,23 ke level 8.261,79 atau terkoreksi sebesar 8%. Trading Halt adalah penghentian sementara perdagangan saham atau instrumen keuangan lainnya di bursa efek.
Biasanya, trading halt diberlakukan oleh bursa saham untuk memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi penting yang baru dirilis, atau peristiwa besar lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham.
Kebijakan trading halt ditetapkan untuk menangani kondisi darurat dan menjaga perdagangan efek agar tetap wajar. Penghentian ini mengacu pada aturan yang telah diubah dan berlaku efektif sejak 8 April 2025 lalu.
Aturan Trading Halt Saat Ini
Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat, serta penyesuaian batasan persentase Auto Rejection Bawah (ARB).
Batasan persentase Auto Rejection Bawah disesuaikan menjadi 15% bagi Efek berupa saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, kemudian Exchange-Traded Fund (ETF), serta Dana Investasi Real Estat (DIRE) untuk seluruh rentang harga.
BEI juga menjabarkan jika terjadi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 1 hari bursa yang sama, Bursa melakukan tindakan sebagai berikut:
-
Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 8%.
-
Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15%.
-
Trading suspend dilakukan apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20% dengan ketentuan sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari 1 sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK.
Simulasi Level IHSG Penurunan 15% dan 20%
Jika setelah trading halt pertama di level 8% dibuka kembali dan pasar masih mengalami tekanan jual, investor perlu memperhatikan level psikologis berikutnya berdasarkan harga pembukaan hari ini di 8.980,23.
Berikut adalah simulasi level IHSG untuk tahap selanjutnya:
-
Batas Trading Halt Kedua (-15%): Jika IHSG turun lanjutan hingga menyentuh level 7.633,19, perdagangan akan kembali dihentikan sementara selama 30 menit.
-
Batas Trading Suspend (-20%): Jika IHSG terus turun hingga menyentuh level 7.184,18, maka akan dilakukan suspensi perdagangan (penghentian total) sampai akhir sesi atau menunggu arahan OJK.
Sejarah Trading Halt dan Level IHSG
Pembekuan sementara perdagangan (trading halt) hari ini menambah panjang daftar insiden volatilitas ekstrem di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelum tahun 2026, mekanisme darurat ini tercatat beberapa kali diaktifkan pada tahun 2025 dan era pandemi 2020.
Berikut adalah rekam jejak level IHSG saat trading halt terjadi:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

2 hours ago
1















































