Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran masih terus terjadi di hari ke-11 perang. Beberapa perkembangan terjadi, Selasa (10/3/2026) siang.
Berikut adalah perkembangan terkininya:
1.Iran: Negosiasi dengan AS Tak Lagi Jadi Agenda
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa negaranya siap untuk melanjutkan serangan selama diperlukan. Ia bahkan menolak pembicaraan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada stasiun televisi AS PBS News bahwa negaranya siap untuk melanjutkan serangan rudal. Bahwa, ujarnya, negosiasi dengan AStidak lagi menjadi agenda.
2.Rudal-Drone Masih Serang UEA
Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pihaknya mencegat serangan rudal dan drone dari Iran pada hari Selasa. Ini beberapa jam setelah menteri luar negeri Iran mengatakan kepada penyiar PBS News bahwa negaranya telah menolak pembicaraan lebih lanjut dengan Amerika dan siap untuk melanjutkan serangan rudal "selama diperlukan".
Hal ini juga terjadi setelah UEA menyampaikan kecaman secara resmi ke PBB soal serangan dari Iran ke negerinya. UEA mengatakan bahwa negeri itu menjadi sasaran "dengan cara yang sangat tidak beralasan" dalam perang tersebut.
"Kami tidak akan ikut serta dalam serangan apa pun terhadap Iran," ujar Jamal Al Musharakh, duta besar UEA untuk PBB di Jenewa
"UEA tidak ingin terlibat dalam konflik atau eskalasi," tambahnya.
3.AS Cabut Sanksi Minyak
Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan mencabut beberapa sanksi terhadap minyak karena gejolak pasar akibat kekhawatiran pasokan. Ini merujuk Rusia di antaranya, sebagai salah satu negara yang terkena sanksi penjualan minyak.
"Kami juga mencabut sanksi-sanksi terkait minyak tertentu untuk menurunkan harga," kata Trump kepada wartawan setelah pemerintahannya sebelumnya mengisyaratkan akan mencabut sanksi terhadap ekspor minyak dari Rusia.
"Kami akan mencabut sanksi-sanksi itu sampai situasi ini membaik."
4.Trump Sebut Perang Akan Segera Berakhir
Trump juga mengisyaratkan pada hari Senin bahwa perang melawan Iran dapat segera berakhir. Tetapi ia tetap tidak jelas mengenai jangka waktu untuk menghentikan serangan tersebut.
"Perang akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan dihantam lebih keras lagi," kata Trump dalam konferensi pers di Florida, merujuk pada Iran.
Ia sebelumnya mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa kampanye tersebut akan menjadi "ekskursi jangka pendek". Perang yang terlalu lama, disebut analis bisa berbahaya untuk Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela di AS.
5.Iran: Kami Menentukan Akhir Perang Bukan AS
Militer Iran, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan bahwa mereka akan "menentukan akhir perang". Sehingga waktu selesai pertenmpuran bukan di tangan Amerika.
Trump juga mendesak apa yang disebutnya "kemenangan mutlak" melawan rezim ulama Teheran, yang pada akhir pekan lalu memilih putra pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang telah tewas sebagai kepala baru mereka. Ia juga meyakinkan harga minyak akan segera turun.
6.Presiden Iran Berbicara dengan Presiden Turki Erdogan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ini setelah sebuah rudal Iran yang datang dicegat di wilayah udara Turki.
"Republik Islam Iran selalu menyatakan kes readiness-nya untuk mengurangi ketegangan di kawasan ini; asalkan wilayah udara, tanah, dan perairan negara tetangga kita tidak digunakan untuk menyerang rakyat Iran," kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan tentang percakapan tersebut.
7.Iran Target Instalasi Energi di Kawasan Teluk
Iran melancarkan serangan baru terhadap instalasi energi di Teluk, termasuk kompleks minyak di Bahrain. Dilaporkan fasilitas minyak Al Ma'ameer terkena serangan, menyebabkan kebakaran dan kerusakan, dengan perusahaan energi milik negara Bapco menyatakan keadaan kahar (force majeure).
8.Jet-Jet Terbang di Atas Teheran
Jet-jet tempur dilaporkan terbang di atas Teheran. Ini terjadi setelah militer Israel mengatakan bahwa mereka melancarkan gelombang "serangan luas" terhadap "target teror" di Teheran, Selasa dini hari.
Wartawan AFP melaporkan ledakan dahsyat di ibu kota Iran pada saat yang sama ketika pesawat terdengar di atas kepala. Belum diketahui bagaimana kerusakan dan korban.
Halaman 2>>> Harga Minyak Turun-Negara-Negara Bersiap Krisis
Addsource on Google

8 hours ago
1
















































