Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah negosiasi panjang, China akhirnya rela melepaskan operasional TikTok di Amerika Serikat (AS) ke entitas baru yang merupakan gabungan 'elit' negeri Paman Sam. Dengan ini, ByteDance yang merupakan induk TikTok asal China, tidak lagi memiliki kontrol terhadap aplikasi populer tersebut.
Kesepakatan tersebut dilakukan setelah AS mengancam akan memblokir TikTok secara nasional jika masih dikendalikan entitas dari China. Regulasi ini ditetapkan pada era pemerintahan Joe Biden.
Saat Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS untuk masa jabatan kedua, salah satu langkah yang langsung dilakukan adalah menunda penegakkan regulasi terkait pemblokiran TikTok. Trump melakukan penundaan berkali-kali karena negosiasi belum menemui titik temu.
Secara terbuka, Trump mengatakan tak ingin TikTok berhenti beroperasi, sebab menilai platform itu berjasa dalam kampanyenya untuk menjangkau pemilih muda. Namun, Trump menegaskan TikTok tetap wajib lepas dari ByteDance jika ingin terus beroperasi di AS.
Sebulan setelah kesepakatan diteken, Reuters melaporkan dokumen yang menunjukkan porsi kepemilikan entitas baru yang menguasai operasional TikTok di AS. Salah satu yang tergabung adalah Oracle, perusahaan teknologi komputer dan komputasi cloud multinasional AS yang berbasis di Austin, Tedxas.
Pendiri Oracle, Larry Ellison, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump, baik secara personal maupun urusan bisnis. Ellison merupakan salah satu miliarder pendukung Trump dalam Pilpres 2024. Oracle sendiri dikenal sebagai salah satu pelobi signifikan di Washington.
Megaproyek AI 'Stargate' yang diumumkan Trump pada awal 2025 bernilai US$500 miliar juga melibatkan Oracle, bersama dengan OpenAI dan SoftBank.
Pemerintahan Trump juga mengonfirmasi Oracle akan mengatur algoritma dan data pengguna TikTok di AS. Tak main-main, Oracle mengambil porsi 15% dalam kepemilikan entitas yang mengendalikan TikTok di AS.
Dalam dokumen yang dilihat Reuters, dikutip Rabu (12/3/2025), kepemilikan 15% saham Oracle di entitas bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, setara dengan nilai US$2 miliar atau Rp33,8 miliar.
Bukan cuma Oracle yang memegang porsi 15%. Ekuitas swasta Silver Lake dan firma investasi berbasis Dubai, MGX, juga masing-masing memegang kepemilikan 15%.
Di bawah kesepakatan AS-China, investor AS dan global secara bersama-sama memegang 80,1% saham di TikTok USDS Venture LLC atau berperan sebagai pengendali. Sementara itu, ByteDance cuma memegang 19,9% kepemilikan saham.
Beberapa saat lalu, Oracle mengestimasikan 'ledakan' data center AI akan menggenjot pendapatan perusahaan di atas estimasi Wall Street hingga 2027 mendatang.
Pada kuartal yang berakhir 28 Februari 2026, Oracle melaporkan total pendapatan US$17,19 miliar atau lebih tinggi dari rata-rata proyeksi analis yang mematok US$16,91 miliar, menurut data LSEG.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
4
















































