Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI: Awasi 6.500 Transaksi Ekspor Komoditas, Devisa Tambah Rp89 T

6 hours ago 4

loading...

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah memantau sekitar 6.500 transaksi ekspor dalam kurun waktu 2 Bulan 13 hari sejak beroperasi pada 1 Juni lalu. Foto/Dok

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah memantau sekitar 6.500 transaksi ekspor dalam kurun waktu 2 Bulan 13 hari sejak beroperasi pada 1 Juni lalu.Presiden mengatakan, kinerja PT DSI yang pada 6 bulan pertama berfungsi untuk memonitor aktivitas ekspor, telah berhasil menambah devisa ekspor hingga USD5 miliar atau setara Rp89,17 triliun. Angka ini didapatkan dari temuan ketidaksesuaian harga jual, dengan pembayaran devisa hasil ekspor.

"Lebih dari 6.500 transaksi ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan USD5 miliar (setara Rp88,8 triliun) hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," ujarnya dalam acara, Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pada kesempatan itu Presiden mencontohkan transaksi CPO. harga CPO di Bursa CPO Rotterdam, Belanda, harganya Rp27.000 per kilogram. Sementara harga yang dijual oleh pelaku usaha dalam negeri hanya Rp15 ribu per kilogram. Baca Juga: Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar

"Padahal di Belanda 1 hektarpun tidak ada kebun kelapa sawit, artinya, sesungguhnya kita hilang hampir 50 persen nilai komoditas kita," kata Presiden.

Presiden mengatakan, PT DSI telah melakukan pengawasan hingga saat ini setidaknya untuk 50 pelabuhan yang berada di 25 provinsi. Sebanyak 3 komoditas, yaitu CPO, batubara, dan ferro aloy. Targetkan komoditas yang akan tangani DSI akan diperluas untuk meningkat efisiensi penerimaan negara.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |