Prabowo: Kita Seharusnya Bersyukur Bangsa Kita Mengalami Keadaan Damai

1 day ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2026). Dalam sambutannya, Prabowo mengucapkan syukur perihal keadaan Indonesia saat ini. Padahal Indonesia merupakan negara yang besar, rentan konflik, salah paham, perseteruan, persaingan dan lainnya.

"Bahwa sesungguhnya di tengah ketidakpastian penuh gejolak, perang di mana-mana, kita harusnya bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang multietnis, multiagama, dan multibudaya. Bahkan ada pakar menghitung ada 1.700 bahasa daerah.

Untuk itu, Prabowo merasa terhormat menjadi presiden negara keempat terbesar di dunia dan memiliki kekayaan yang sangat besar.

"Kalau kita tidak pandai menjaga kekayaan tersebut, kalau kita tidak pandai mengelola kekayaan tersebut, maka kita tidak boleh menyalahkan siapapun atas nasib yang kita alami saudara-saudara sekalian," katanya.

Kepala negara juga mengatakan bahwa dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Harvard University dan Gallup Poll bahwa Indonesia merupakan negara paling bahagia sedunia. Survei itu dilakukan terhadap 200 negara.

"Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyat mengatakan dia bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya," kata Prabowo.

Meski, dia melihat bahwa masih banyak masyarakat yang hidup dalam ketidakcukupan. Untuk itu, Prabowo meminta kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja keras memperbaiki kondisi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kesempatan dirinya menjadi Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurutnya, itu merupakan masa pembelajaran untuk memerintah.

Dia juga bercerita ketika pertama kali memasuki ruangan sidang kabinet paripurna, berandai-andai bahwa akan membawa sebagian besar anggota kabinet yang bertugas untuk waktu itu masuk menjadi menterinya ketika dia menjabat. Terbukti pada Pilpres 2024 kemarin dia menang dan membawa sebagian besar anggota kabinet yang sudah terbentuk di periode sebelumnya.

"Dan itu terbukti waktu saya jadi presiden yang banyak dari mereka masih tetap saya ajak kenapa? Karena memimpin mengelola dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini harus dari putra-putri terbaik tidak bisa, tidak bisa kita sembarangan," kata Prabowo.

Singgung Budaya Nyinyir Elite
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung budaya nyinyir dan mengejek yang dilakukan oleh kalangan elite. Mereka selalu melihat bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak bagus.

Namun menurutnya, kritik itu harus didengarkan, meski ada ajaran dari agama nasrani bahwa "Jika kamu ditampar pipi kiri, maka berikanlah pipi kananmu".

"Kan begitu kan? Forgive those that trespass against us. Benar kan? Forgive us or trespasses as we forgive those that trespass against us. Jadi saya sebenarnya ya bagi saya itu selalu ingin kebaikan daripada ketidakbaikan saya ingin cari persatuan daripada perpecahan," kata eks Menteri Pertahanan itu.

Meski diakui bahwa di dunia politik memang persaingan antara elite sangatlah keras.

"Aku kalah pilpres beberapa kali, sudah lupa, tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh jendak, tidak boleh benci dan itu saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu," tambahnya.

Prabowo juga mengakui bahwa ketika dirinya ingin mencari kritik juga sering mendengarkan siniar. Namun, menurutnya terkadang apa yang disampaikan para ahli cenderung 'Lebih tahu' terhadap situasi apa yang terjadi, bahkan menerka-nerka isi kepalanya.

"Socmed ini ada juga kadang-kadang bahayanya dengan banyak podcast-podcast banyak pakar itu bicara asal bicara. Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikirannya Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirin Prabowo Subianto, saya cari podcast kira-kira apa ya yang sedang dipikirkan oleh Prabowo. Ngarang Prabowo," katanya.

Sayangnya dari pandangannya, banyak pihak yang senang akan kegaduhan. Padahal menurutnya bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju jika rakyatnya bersatu.

Dia juga menampik bahwa adanya pemerintahannya berupaya tidak menjunjung demokrasi.

"Demokrasi silakan, kritik bagus, tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan, saya yakin di agama Kristen juga demikian," tuturnya.

Prabowo juga mengaku bersyukur jika adanya koreksi terhadap dirinya. Kritik dan koreksi itu merupakan upaya untuk menjaga dirinya ketika memerintah. Dia juga menampik bahwa adanya upaya membangkitkan militerisme di pemerintahannya.

"Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme wah, lari saya. Koreksi apa benar, baru kita lihat panggil ahli hukum, panggil di mana batas kepemimpinan yang selalu otoriter," katanya.

Swasembada Pangan 2026
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengumumkan bahwa Indonesia sudah mengalami swasembada pangan di tahun ini. Dia juga bercerita bahwa swasembada pangan merupakan cita-citanya yang sering dibicarakan sedari menjadi politisi di Partai Golongan Karya.

"Di perayaan natal ini saya dengan bangga saya bisa menyampaikan begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras," kata Prabowo.

Dia menegaskan tahun ini bahwa Indonesia sudah tidak melakukan impor beras sama sekali. Padahal, Prabowo memberikan target pada Kabinet Merah Putih pada dalam kurun waktu 4 tahun.

"Target 4 tahun kita bisa capai dalam waktu satu tahun dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, tetapi kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun, turun ratusan dollar turunnya. Jadi banyak negara berterima kasih dengan kita," ungkapnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |