Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman Indonesia Mining Institute Irawandy Arif buka suara perihal pemangkasan produksi batu bara dan nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 ini. Pada dasarnya pemangkasan dilakukan upaya untuk hal-hal yang strategis.
Dalam hal ini adalah menjaga cadangan batu bara maupun nikel agar lebih berkelanjutan, menjaga cadangan nasional dan mengendalikan laju ekstraksi.
"Namun kebijakan ini perlu transparansi dan kehadiran untuk perusahaan nikel dan juga batu bara," terang Irwandy dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa Kabar Industri Tambang RI?" Jumat (6/3/2026).
Irwandy menjabarkan, terkait dengan pemangkasan RKAB antara nikel dan batu bara berbeda. Batu bara, kata Irwandy lebih ramai dan bersifat stabilitas inklusi dengan harga dan pendapatan negara.
"Jadi kebijakan (yang dikeluarkan) dapat berbasis jangka panjang. Bila memenuhi persyaratan di atas. tidak mendadak, adil, dan transparan bagi industri tambang," tegas Irwandy.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk memangkas produksi batu bara pada 2026. Hal ini dilakukan guna menjaga keseimbangan pasar.
Menurut Bahlil, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500-550 juta ton batu bara atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga batu bara.
"Suplainya besar, demand-nya sedikit, maka harganya jadi murah. Kita harus memaknai bahwa pengelolaan sumber daya alam kita, ini barang milik negara dan negara ini dikelola harus dengan hati-hati," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Ia pun menekankan bahwa batu bara adalah milik negara yang harus dikelola secara berkelanjutan. Adapun, penataan melalui RKAB difokuskan untuk memastikan kebutuhan nasional terpenuhi terlebih dahulu.
Bahlil lantas memastikan untuk kebutuhan PLN, pasokan batu bara hingga bulan Maret dan April tidak ada persoalan. Menurut dia, pemerintah terus mengikuti perkembangan kebutuhan batu bara PLN dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis.
"Ini yang sekarang kita lagi tata. Tujuannya apa? Agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita pastikan tersedia, tapi juga harga juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik. Tapi juga mampu kita mengelola sumber daya alam kita dengan berkesinambungan yang baik," kata Bahlil.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

10 hours ago
4
















































