Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan tidak akan ada kenaikan tarif pajak ataupun jenis pajak baru dalam waktu dekat.
Khususnya sebelum perekonomian dan daya beli masyarakat membaik yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6%. Seperti yang diketahui, pada kuartal keempat 2025 pertumbuhan ekonomi RI tercatat 5,39%
"Fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif," ujar Purbaya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menjelaskan bahwa belanja masyarakat adalah mesin terbesar pertumbuhan ekonomi nasional.
Mengingat ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi,investasi serta perdagangan.
"Maka dari itu, kami akan terus jaga sektor swasta agar terus tumbuh, salah satunya dengan satgas P2SP atau debottlenecking," ujarnya.
Purbaya sebelumnya mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% bukanlah hal yang mustahil dan dapat dicapai dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan.
Purbaya mengatakan, dengan fondasi ekonomi yang terus diperkuat serta akselerasi reformasi di berbagai sektor, laju pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi meningkat signifikan dari level saat ini yang berada di kisaran 5%.
"Pertumbuhan 8% mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan. Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah melihat tuh, angka 8%
sudah nyundul-nyundul ke atas," ujar Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026).
Dia pun menegaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan pertumbuhan melalui penguatan sektor swasta dan belanja pemerintah.
(haa/haa)
Addsource on Google

6 hours ago
3

















































