Purbaya Prediksi Hitungan Rata-rata ICP Masih Kisaran US$ 68/Barel

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri harga minyak mentah Indonesia acuan, yakni Indonesian Crude Price (ICP) akan bertahan di level bawah asumsi makro, meski perang Iran dengan AS-Israel kini masih berlangsung.

Purbaya mengatakan, untuk realisasi harga ICP per Februari 2026 masih bergerak di level US$ 68,8 per barel, masih jauh lebih rendah dari asumsi di APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel. Ia pun memperkirakan, estimasi rata-rata ICP hanya akan mentok di level US$ 68,4 per barel per 11 Maret 2026.

"Hingga Februari US$ 68,8 per barel. Berdasarkan estimasi kami realisasi ICP rata-rata year to date hingga 11 Maret 2026 sekitar US$ 68 per barel," kata Purbaya saat konferensi pers realisasi APBN di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Purbaya menjelaskan, estimasi harga minyak mentah acuan di Indonesia itu pun sudah mempertimbangkan melambungnya harga minyak mentah setelah perang Iran dengan AS-Israel memanas, dan sampai menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi utama dunia.

"Ini sudah dimasukkan kenaikan yang US$ 112 yang sebentar itu ya. Ini masih di bawah asumsi APBN US$ 70. Karena itu sejauh ini masih terdapat ruang fiskal untuk antisipasi kenaikan harga dalam pelaksanaan APBN," kata Purbaya.

Dengan catatan itu, Purbaya meyakini, APBN pemerintah tidak akan mengalami tekanan yang hebat dari sisi defisit efek gejolak harga minyak mentah dunia itu. Meski begitu, ia memastikan pemerintah akan terus bersikap waspada mengantisipasi segala risiko yang tak terduga, dan berefek langsung ke APBN.

"Karena kemarin banyak yang nanya tuh harga minyak sudah US$ 100 pemerintah akan segera ubah APBN nya? belum, karena kalau dilihat dari sini rata-rata nya masih US$ 68," ungkap Purbaya.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |