Pusingnya Pengusaha Plastik, Harga Bahan Baku Naik Gegara Perang Iran

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri plastik nasional mulai merasakan tekanan akibat eskalasi konflik global di Timur Tengah, yang memicu kenaikan harga bahan baku di pasar internasional. Harga bahan baku plastik bahkan dilaporkan melonjak hampir dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, situasi geopolitik yang memanas turut memengaruhi rantai pasok bahan baku industri, terutama karena kondisi Selat Hormuz yang semakin tidak pasti.

"Saat ini situasi perang makin intens, saling serang dan kondisi Selat Hormuz makin sulit. Industri fokus ke manajemen feedstock dan barang jadinya," kata Fajar kepada CNBC Indonesia, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, ketegangan tersebut membuat industri harus lebih berhati-hati dalam mengelola pasokan bahan baku maupun distribusi produk jadi. Pelaku industri kini lebih fokus pada strategi jangka pendek sambil menunggu situasi global membaik.

"Semoga setelah Lebaran semakin kondusif sehingga bisa membuat strategi yang lebih bagus untuk jangka pendek," ujarnya.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku juga mulai terasa di pasar domestik. Menurut Fajar, lonjakan harga internasional ikut mendorong kenaikan harga di dalam negeri.

"Harga internasional naik banyak dan dalam negeri pasang harga naik tinggi, dan kebetulan pas pembatasan angkutan Lebaran, maka stok jualan hanya untuk memenuhi kontrak lama saja," jelas dia.

Ia mengatakan, ketidakpastian pengiriman juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri karena jadwal kapal pengangkut sulit diprediksi.

"Feedstock harga juga naik banyak sekali, dan ketidakpastian angkutan kapal juga susah diprediksi," katanya.

Fajar mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku plastik saat ini cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram (kg), kini harganya sudah mencapai sekitar Rp30.000 per kg.

"Dari Rp15.000-Rp17.000 naik ke Rp30.000 (per kg)," ucap Fajar.

Kenaikan tersebut, lanjut dia, terjadi pada harga bahan baku plastik yang digunakan oleh industri dalam negeri.

"Iya, bahan baku plastik," pungkasnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |