Ramadhan 2026 Jadi Ujian Perdana XLSmart, 100 MBTS Disiagakan di Jalur Mudik

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan 2026 menjadi momen krusial bagi XLSmart dalam mengawal lonjakan komunikasi selama periode mudik dan Lebaran. Tahun ini, perusahaan mempersiapkan jaringan secara jauh lebih masif dibanding tahun-tahun sebelumnya, seiring prediksi pergerakan 146 juta jiwa di seluruh Indonesia.

Fokus utama perusahaan adalah memastikan kelancaran komunikasi di tengah pergerakan orang (mudik) yang diprediksi mencapai 146 juta jiwa di seluruh Indonesia.

Ini merupakan momentum Ramadhan pertama bagi XLSmart dengan identitas barunya, sehingga mereka bertekad memberikan yang terbaik.

Group Head Network Operations XLSmart, Agus Rohmat, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan bersifat "ultra maksimal", terutama dengan membawa layanan Ultra 5G+ untuk kenyamanan pelanggan. Kesiapan ini menjadi prioritas utama untuk menjamin pengalaman komunikasi yang optimal bagi seluruh pemudik.

Persiapan XLSmart Sambut Mudik 2026

XLSmart telah melakukan persiapan yang jauh lebih masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya untuk menyambut Mudik Lebaran 2026.

Persiapan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan terbaik di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Agus Rohmat, Group Head Network Operations XLSmart, menyatakan bahwa ini adalah "momentum Ramadhan pertama kami sebagai XLSmart" dan mereka tidak ingin "biasa-biasa saja". Oleh karena itu, persiapan yang dilakukan bersifat "ultra maksimal", khususnya dengan menghadirkan layanan Ultra 5G+ untuk kenyamanan pelanggan.

Fokus utama dari persiapan ini adalah memastikan kelancaran komunikasi bagi sekitar 146 juta jiwa yang diprediksi akan melakukan pergerakan selama masa mudik di seluruh Indonesia.

Data dari Kementerian Perhubungan tahun lalu menunjukkan bahwa sekitar 52 persen penduduk Indonesia melakukan pergerakan selama periode mudik, menegaskan skala tantangan yang dihadapi.

Optimalisasi Jaringan XLSmart di Jalur Krusial

XLSmart memprioritaskan optimalisasi jaringan di jalur-jalur krusial yang akan menjadi arteri utama pergerakan pemudik. Ini termasuk Tol Trans Jawa, jalur kereta api utara dan selatan, serta pelabuhan penghubung antar-pulau.

Perusahaan telah mengidentifikasi 248 Point of Interest (POI) yang menjadi titik konsentrasi massa, memastikan cakupan dan kapasitas jaringan yang memadai di lokasi-lokasi vital tersebut. POI ini mencakup berbagai lokasi strategis seperti rest area, bandara, dan pelabuhan.

  • Rest area
  • Bandara Soekarno-Hatta
  • Pelabuhan Merak-Bakauheni
  • Pelabuhan Gilimanuk
  • Destinasi wisata populer seperti Yogyakarta dan Pangandaran

Agus Rohmat juga merinci upaya peningkatan kapasitas jaringan, dengan menyatakan bahwa "Di 18 area sepanjang jalur mudik, kami melakukan optimisasi yang membuat kapasitas jaringan menjadi dua kali lipat (double capacity)." Selain itu, XLSmart menyiagakan lebih dari 100 unit Mobile BTS (MBTS) di lokasi-lokasi yang mengalami lonjakan trafik ekstrem.

Kesiapan Infrastruktur dan Antisipasi Jalur Alternatif

XLSmart mengklaim bahwa 98 persen jalur mudik utama saat ini dalam status siap, baik dari sisi kapasitas maupun kualitas. Pengerjaan jaringan telah dimulai sejak Januari 2026 dan ditargetkan rampung total dua minggu sebelum hari raya.

Selain jalur utama, XLSmart juga mengantisipasi penggunaan jalur fungsional yang dibuka pemerintah, seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dan ruas tol Yogyakarta-Bawen. Optimalisasi di jalur alternatif ini dilakukan guna menjamin ketersediaan sinyal yang kuat bagi pemudik.

Prediksi Lonjakan Trafik dan Pemantauan Jaringan Canggih

XLSmart memprediksi kenaikan trafik data sebesar 27 persen selama periode Lebaran 2026. Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diidentifikasi sebagai pusat lonjakan tertinggi.

Media sosial diprediksi masih menjadi kontributor utama lonjakan trafik, dengan aplikasi TikTok, WhatsApp, dan YouTube sebagai platform paling dominan. Untuk menjaga pengalaman pengguna, Network Operations Center (NOC) XLSmart melakukan pemantauan khusus pada level aplikasi.

Agus juga menjamin bahwa potensi kepadatan jaringan (congestion) akan ditekan hingga level minimal, yakni di bawah 0,05 persen. Hal ini dimungkinkan berkat kapasitas bandwidth yang sangat besar dan mekanisme automatic balancing yang diterapkan oleh XLSmart.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |