RI Bakal Bangun Tangki Penyimpanan BBM di Sumatra

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak (oil storage) di Sumatra guna memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global seperti konflik Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut penting karena kapasitas cadangan minyak nasional saat ini masih terbatas.

Adapun, kapasitas penyimpanan minyak Indonesia saat ini baru mampu menampung sekitar 20-25 hari kebutuhan. Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan pembangunan tangki penyimpanan yang lebih daripada itu.

"Memang storage kita harus dibangun dulu. Untuk minimal 3 bulan. Kalau impor banyak mau taruh dimana? Emang faktanya begitu bukan salah siapa-siapa," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, dikutip Rabu (4/3/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan tahapan feasibility study (FS) untuk menentukan apakah proyek tangki penyimpanan minyak tersebut layak dibangun dapat dilakukan pada tahun ini.

"FS lagi jalan, target tahun ini dilakukan. Lokasi di Sumatra jangan tanya saya detailnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menilai pembangunan tangki penyimpanan menjadi prioritas sebelum pembangunan kilang baru. "BBM kita di Kilang. Kilang kita sampai RON 98 itu dibangun dalam negeri. Kalau crude ada tinggal kilangnya yang dibangun," kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di berbagai wilayah. Mulai dari Lhokseumawe Aceh hingga Fakfak Papua Barat.

Hal ini menyusul diserahkannya 18 dokumen pra feasibility study (pra-FS) terkait proyek hilirisasi dari Tim Satgas Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.

Berdasarkan bahan paparan Kementerian ESDM, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan investasi mencapai Rp 232 triliun. Terdiri dari proyek kilang senilai Rp 160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp 72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960.

Adapun, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 18 wilayah. Seperti Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |