Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.825

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pertama pekan ini, Senin (12/1/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah berada di level Rp16.825/US$, atau terdepresiasi sebesar 0,18% pada pembukaan perdagangan pagi ini. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (9/1/2026), rupiah juga terkoreksi 0,06% dan ditutup di posisi Rp16.795/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan sebesar 0,22% di level 98,899. Setelah sepanjang pekan lalu berhasil menguat hingga 0,72% secara kumulatif sepekan.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika pergerakan dolar AS di pasar global.

Dolar AS sempat menguat pada akhir pekan lalu setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lambat dari perkiraan.

Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat perekonomian Negeri Paman Sam hanya menambah 50.000 lapangan kerja pada Desember 2025, lebih rendah dibandingkan estimasi pasar sebesar 60.000.

Meski demikian, tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,4%, dari revisi sebelumnya 4,5% pada November, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang mulai melandai namun masih relatif solid.

Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat, sejalan dengan sinyal kehati-hatian yang sebelumnya disampaikan otoritas moneter AS.

Sikap tersebut turut memengaruhi pergerakan dolar AS yang cenderung melemah pada awal perdagangan pekan ini.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga mencermati perkembangan terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pasar sebelumnya mengantisipasi potensi putusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump, namun putusan tersebut belum dirilis dan kemungkinan baru akan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan masih akan bergerak terbatas dan cenderung volatil, seiring pelaku pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS dan perkembangan sentimen global selanjutnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |