Saham Konglo Bangkit Kembali, Yakin IHSG Bangkit?

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menguat pada sesi akhir perdagangan kemarin Selasa (27/1/2026, salah satunya berkat gerak saham konglomerat yang mulai aktif lagi.

IHSG sempat turun 1,13% pada sepuluh menit pertama perdagangan kemarin sebelumnya akhirnya mampu ditutup naik tipis 4,89 poin atau naik 0,05% ke level 8.980,23.

Saham-saham konglomerasi mulai kembali aktif dan ikut mendorong penguatan IHSG pada perdagangan kemarin, terutama menjelang akhir sesi.

Sejumlah emiten terafiliasi grup besar mencatat kenaikan solid, dipimpin oleh GTS Internasional Tbk (GTSI) yang melonjak 23,9% dan terafiliasi dengan Tommy Soeharto. Penguatan juga terlihat pada VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 18,6% serta Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) yang menguat 17,1%, keduanya berada dalam jaringan Grup Bakrie.

Selanjutnya, Intra Golflink Resort Tbk (GOLF) menguat 14,6% yang terafiliasi Grup Humpuss, disusul Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) yang naik 9,9% dan berafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo.

Dari Grup Bakrie, penguatan juga terjadi pada Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar 9,7% dan Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 7,9%, menunjukkan bahwa minat beli kembali masuk ke saham-saham energi dan konstruksi milik konglomerasi tersebut.

Sementara itu, Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang terafiliasi Haji Isam naik 7,7%, serta Barito Pacific Tbk (BRPT) milik Prajogo Pangestu turut menguat 5,0%.

Kembalinya pergerakan agresif pada saham-saham konglo ini menjadi sinyal penting, mengingat dalam beberapa hari terakhir IHSG akibat tekanan outflow yang deras, yang tentunya dari saham konglo juga seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Dalam beberapa tahun terakhir, saham konglo semakin menguasai IHSG dibandingkan saham Bluechip yang pada umumnya familiar dan sensitif terhadap kondisi ekonomi, seperti perbankan dan consumer goods.

jadi, kembalinya saham konglo menjadi harapan baru, penguatan IHSG bisa berlanjut, meskipun masih ada beberapa ketidakpastian menghampiri pasar di minggu terakhir Januari 2026 ini.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |