Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang batu bara milik Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimal sebesar Rp5 triliun. Jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh perusahaan tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal.
Pembelian Kembali Saham AADI akan dilakukan melalui BEl dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). RUPST AADI rencananya akan digelar pada 22 Mei 2026.
Mengutip keterbukaan informasi, manajemen AADI mengatakan memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk melaksanakan buyback saham pada setiap saat berdasarkan kondisi pasar, usai mengantongi persetujuan dari RUPS.
Rencana Ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham AADI sehingga harga saham diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental Perseroan.
"Perseroan berharap dengan dilaksanakannya Pembelian Kembali Saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi para pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya," kata manajemen AADI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/4/2026).
Manajemen AADI berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback saham ini tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan. Hal itu karena saldo laba dan arus kas AADI yang tersedia saat ini mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan Pembelian Kembali Saham.
Sumber dana yang akan digunakan untuk buyback saham sepenuhnya berasal dari kas internal AADI. Manajemen memastikan penggunaan dana untuk Pembelian Kembali Saham AADI tersebut tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan.
(ayh/ayh)
Addsource on Google

19 hours ago
4
















































