Tambang RI Menuju Momentum Konsolidasi

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman Indonesia Mining Institute Irwandy Arif menyampaikan industri pertambangan saat ini berada diantara tekanan jangka pendek dan kondisi global. Diantaranya adalah kebijakan yang mendadak di dalam negeri dan juga perang antara Iran Vs Israel bersama Amerika Serikat (AS).

Irwandy menilai dengan adanya tekanan itu, makan hal ini menjadi momentum untuk konsolidasi. Jika tidak, maka pertambangan Indonesia menuju ke jurang krisisi.

Bila kebijakan saat ini ternyata didasarkan pada penguatan struktural dan transparan antara lain keseimbangan produksi dan tata kelola, maka kata Irwandy hal ini perlu diutamakan. Namun jika sebaliknya atau tidak transparan, maka pertambangan Indonesia menuju krisis.

"Maka dapat dikatakan kita menuju momentum konsolidasi, tetapi jika sebaliknya, kita transisi menuju krisis terutama apabila kebijakan itu mendadak dan tidak transparan," terang Irwandy dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa Kabar Industri Tambang RI?", Jumat (6/3/2026).

Di sisi lain, Irwandy juga menilai bahwa rencana pemerintah memangkas produksi batu bara dan nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 harus transparan.

Pada dasarnya memang, pemangkasan dilakukan upaya untuk hal-hal yang strategis. Dalam hal ini adalah menjaga cadangan batu bara maupun nikel agar lebih berkelanjutan, menjaga cadangan nasional dan mengendalikan laju ekstraksi.

"Namun kebijakan ini perlu transparansi dan kehadiran untuk perusahaan nikel dan juga batu bara," jelas Irwandy.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |