Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar, Isyarat Alam Hadirnya Malam Mulia

6 hours ago 3
  • Apa saja tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar?
  • Bagaimana cara untuk merasakan malam Lailatul Qadar?
  • Ciri-ciri malam Lailatul Qadar apakah ada angin?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan luar biasa: lebih baik dari seribu bulan, malam turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfudz ke bumi, malam penetapan takdir, malam turunnya malaikat, dan malam penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Meski tak disebutkan secara pasti, umat Islam perlu mengetahui tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar.

Merujuk Ebook Lailatul Qadar, Muhammad Ibn Syâmi Muthâin Syaibah, tanda-tanda datangnya malam ini dapat diketahui melalui hadits-hadits shahih. Itu adalah isyarat alam dan suasana kebatinan umat Islam yang menjadi pertanda datangnya malam mulia tersebut.

Meskipun tanda-tanda ini ada, para ulama mengingatkan agar kita tidak terfokus pada mencari tanda-tanda tersebut, melainkan fokus pada ibadah dan amalan. Yang seharusnya dilakukan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah, bukan mencari tanda-tandanya.

Berikut ini adalah ulasan mengenai tanda-tanda tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar, merujuk literatur modern dan pandangan ulama, bedasar dalil Al-Qur'an dan hadis.

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, terdapat beberapa tanda yang dapat diamati sebagai petunjuk bahwa suatu malam adalah Lailatul Qadar.

Tanda-tanda ini bersumber dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan penjelasan para ulama. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan da beberapa dalil yang membahas mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.

Artinya, tanda-tanda ini biasanya baru disadari setelah malam Lailatul Qadar berlalu, sehingga umat Islam tetap dianjurkan untuk terus beribadah di sepanjang sepuluh malam terakhir tanpa terfokus pada tanda-tandanya.

1. Matahari Terbit dengan Warna Putih dan Tanpa Sinar Menyilaukan

Tanda paling masyhur tentang Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Dalam hadits riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda:

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

"Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim No. 762)

Hadits ini menjelaskan bahwa pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari akan terbit dengan warna putih dan sinarnya tidak menyilaukan seperti biasanya.

2. Cuaca yang Sejuk dan Nyaman

Tanda kedua adalah kondisi cuaca yang sangat nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir juga menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, suhu udara tidak dingin dan tidak panas, langit terlihat terang dan cerah, serta suasana terasa tenang dan tenteram.

3. Malam yang Cerah dan Terang

Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ

"Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malamnya cerah dan terang, seolah-olah di dalamnya ada bulan yang bersinar terang, tenang dan tenteram."

Para ulama menjelaskan bahwa cahaya yang dimaksud bukanlah cahaya biasa, tetapi cahaya yang membawa ketenangan dan kedamaian, seolah alam semesta turut memberikan penghormatan pada malam yang mulia itu.

4. Suasana Tenang dan Tenteram

Lailatul Qadar juga diwarnai dengan ketenangan yang luar biasa. Dalam hadits yang sama disebutkan:

سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ

"Tenang dan tenteram"

Orang yang menjalani ibadah pada malam itu akan merasakan kedamaian yang mendalam, seolah segala kesulitan dan kecemasan terangkat, memberikan ruang untuk fokus sepenuhnya pada ibadah kepada Allah SWT.

5. Bintang Tidak Tampak di Langit

Salah satu tanda unik yang disebutkan dalam hadits adalah tidak tampaknya bintang-bintang di langit sepanjang malam. Dalam riwayat Ahmad disebutkan:

وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ

"Dan tidak halal bagi bintang untuk muncul (di langit) sampai pagi."

Ini menunjukkan bahwa langit malam tersebut tampak berbeda dari malam-malam biasa, tidak ada gemerlap bintang yang biasanya terlihat.

6. Setan Tidak Dapat Mengganggu

Tanda yang sangat istimewa adalah bahwa pada malam Lailatul Qadar, setan tidak dapat mengganggu umat Islam. Dalam lanjutan hadits riwayat Ahmad:

وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

"Dan tidak halal bagi setan untuk keluar (mengganggu) pada hari itu."

Ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang sangat suci, di mana Allah SWT menghalangi segala bentuk gangguan setan agar hamba-Nya dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar, Malam Ganjil

Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)

Dengan demikian, malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Imam Syafi'i menjelaskan, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan. Ketika ditanyakan kepada beliau, 'Apakah kami mencarinya di malam ini?' Beliau menjawab, 'Carilah di malam tersebut.'"

Jika seseorang merasa lemah dan tidak mampu beribadah penuh selama sepuluh malam, maka dianjurkan untuk tidak melewatkan tujuh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Aku memandang bahwa mimpi kalian tentang Lailatul Qadar tepat terjadi pada tujuh malam terakhir, maka siapa yang mau mencarinya, lakukanlah pada tujuh malam terakhir." (HR. Muslim).

Amalan-Amalan Malam Lailatul Qadar

Berikut adalah amalan-amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar, dirangkum secara singkat:

1. Membulatkan Niat dan Tekad

Meluruskan niat karena iman dan mengharap ridha Allah SWT merupakan syarat utama meraih keutamaan Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang bangun beribadah pada malam ini dengan iman dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Mendirikan Shalat Malam

Shalat malam seperti tahajud, tarawih, dan witir menjadi amalan inti di Lailatul Qadar. Bahkan Imam Asy-Syafi'i menjelaskan bahwa menghidupkan malam ini dapat dimulai dengan melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah.

3. Memperbanyak Doa

Doa paling utama yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA adalah: "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku). Doa ini mengandung permohonan ampunan yang sempurna.

4. Membaca Al-Qur'an

Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an sangat dianjurkan karena malam ini adalah malam turunnya Al-Qur'an. Imam An-Nakha'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap dua malam sekali di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

5. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha) dan memperbanyak istighfar membuka peluang besar untuk mendapatkan ampunan Allah di malam yang mulia ini.

6. I'tikaf di Masjid

Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT, melakukan shalat sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW selalu melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.

7. Membangunkan Keluarga

Rasulullah SAW biasa membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir untuk ikut beribadah, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari. Ini mengajarkan bahwa menghidupkan Lailatul Qadar hendaknya dilakukan bersama keluarga.

8. Bersedekah dan Memperbanyak Amal Kebaikan

Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan berlipat ganda, apalagi jika dilakukan pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan (HR. Tirmidzi).

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

1. Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keutamaan paling utama dari Lailatul Qadar adalah nilainya yang melebihi seribu bulan. Allah SWT berfirman: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3).

An-Nakhai, seorang ulama terkemuka, menjelaskan bahwa amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan selama seribu bulan. Yang dimaksud dengan amalan yang lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan baik lainnya yang dikerjakan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

2. Malam Turunnya Al-Qur'an

Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur'an diturunkan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadr: 1).

3. Malam Ditetapkannya Takdir Tahunan

Pada malam ini, Allah menetapkan takdir tahunan, sebagaimana firman-Nya: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad-Dukhan: 4).

4. Malam Turunnya Malaikat

Lailatul Qadar juga ditandai dengan turunnya para malaikat, termasuk malaikat Jibril, ke bumi. Allah berfirman:

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 4).

5. Malam Penuh Kesejahteraan

Malam ini dipenuhi dengan kesejahteraan dan kedamaian hingga terbit fajar. Allah berfirman:

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 5).

6. Ampunan Dosa

Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala dari Allah. Beliau bersabda:

"Barangsiapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR. Bukhari dan Muslim).

People also Ask:

Apa saja tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar?

Hadits ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki tanda pada pagi harinya, yakni matahari terbit dengan warna yang putih dan tidak memancarkan sinar secara menyeluruh.

Bagaimana cara untuk merasakan malam Lailatul Qadar?

Itikaf di Masjid

Salah satu cara yang paling dianjurkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar adalah dengan melakukan itikaf. Rasulullah SAW sendiri beritikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan menganjurkan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar di malam-malam ganjil.

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar apakah ada angin?

12 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar, Wajib Tahu!Angin Berhembus dengan Lembut

Terdapat beberapa ulama yang menyebutkan bahwa datangnya Lailatul Qadar ditandai dengan berhembusnya angin yang lembut. Allah memberikan angin yang berhembus secara lembut di malam Lailatul Qadar agar semua orang bisa merasakan kesejukan di malam yang dipenuhi dengan rahmat ini.

Waktu malam Lailatul Qadar dari jam berapa?

Secara umum, malam Lailatul Qadar dimulai setelah salat Isya sekitar pukul 20.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang salat Subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Rentang waktu inilah yang menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |