Tips Menang Lomba Makan Kerupuk, Teknik Gigitan Awal hingga Saran Dokter Pencernaan

3 months ago 37
Jakarta -

Sama seperti balap karung, lomba makan kerupuk juga selalu eksis memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) tanggal 17 Agustus. Lomba ini menjadi 'best seller', banyak peminatnya dan tidak terlalu rumit persiapannya. Cukup sediakan kerupuk dan tali rafia atau sejenisnya, lomba bisa langsung digelar.

Teknisnya, lomba ini menggunakan tali panjang yang dibentangkan dengan ketinggian tertentu. Kerupuk digantung dengan tali yang diikat di sepanjang bentangan tersebut. Tanpa bantuan tangan, peserta berlomba-lomba menggigit kerupuk yang kadang berayun bebas. Yang tercepat menghabiskan kerupuk jadi juaranya.

Meskipun boleh dibilang lomba ini hanya untuk seru-seruan, tidak berarti tidak ada trik dan strategi untuk memenangkannya. Beberapa 'atlet' lomba makan kerupuk membagikan teknik 'tokcer' agar bisa keluar sebagai pemenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut tips yang bisa diikuti agar bisa pulang bawa hadiah di lomba Agustusan makan kerupuk.

1. Posisi Kerupuk

Hasan (27) seorang karyawan swasta di Malang yang semasa kecil mengaku kerap menjuarai lomba makan kerupuk di kampungnya, menyebut posisi kerupuk adalah salah satu kunci kemenangan. Menurutnya, kerupuk harus diposisikan senyaman mungkin sebelum lomba dimulai.

"Kalau aku biasanya bagian atas kerupuk selalu sejajar dengan hidung. Ini agar kerupuk lebih gampang ditahan kalau goyang-goyang," kata Hasan yang menyebut dirinya 'Raja Lomba Makan Kerupuk', saat dihubungi detikcom, Rabu (13/8/2025).

Strategi ini bukan tanpa kekurangan. Menurutnya, dengan posisi kerupuk sejajar hidung, peserta harus sedikit lebih menunduk untuk mendapatkan gigitan pertama. Namun lama kelamaan, posisi ini lebih menguntungkan dibanding terlalu tinggi atau terlalu rendah.

"Yang bikin sulit kan biasanya kerupuknya goyang-goyang, nah kalau bisa ditahan pakai hidung kan lebih enak. Daripada agak tinggi, nanti jinjit dan itu susah," katanya.

Takeaways:

  • Posisi sejajar hidung lebih menguntungkan saat kerupuk mulai goyang-goyang
  • Pastikan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah

2. Strategi Gigitan Pertama

Setiap orang memiliki strategi menggigit masing-masing. Hasan lebih memilih untuk mengawali gigitan di bagian bawah samping. Jika kerupuk bulat diibaratkan menjadi jam dinding, gigitan pertama Hasan antara di angka 7,8 atau 4,5.

"Kalau udah dapet gigitan pertama enak. Sisanya tinggal digigit lagi di bagian yang 'lancip'," kata Hasan.

Takeaways:

  • Gigitan awal paling susah karena kerupuk masih bulat utuh
  • Sisakan area lancip setelah gigitan awal agar selanjutnya lebih mudah

Tips menang lomba makan kerupukTips menang lomba makan kerupuk Foto: infografis detikHealth

3. Ritme Mengunyah

Ada dua strategi mengunyah yang banyak diterapkan dalam lomba makan kerupuk. Pertama, gigit dulu sebanyak-banyaknya baru dikunyah bersamaan setelah mulutnya penuh. Kedua, gigit sedikit-sedikit kemudian langsung dikunyah seperti dilakukan Hasan.

"Kalau aku habis gigit terus kunyah. Kadang kan ada juga yang gigit dulu beberapa kali, kalau mulut udah full baru dikunyah," kata Hasan.

Senada, Aprilia (26) mengakui teknik mengunyah sangat penting dalam lomba makan kerupuk. Ibu rumah tangga asal Malang ini termasuk seseorang yang lambat dalam mengunyah, sehingga selalu kalah dalam permainan ini.

"Ngunyah iku berpengaruh soalnya. Sebanyak apapun kerupuk sek bisa dimakan, tapi kalau ngunyahnya lama ya kalah," kata April.

Terlebih, terkadang ada orang yang bisa menelan sesuatu tanpa harus menunggu makanan itu dikunyah dengan sempurna. Menurut April, itu juga menjadi keuntungan.

"Kan ada ya orang-orang yang meskipun ngunyah nggak halus (belum sempurna) tapi tetap bisa ketelan gitu," katanya.

Akan tetapi, apakah berbahaya jika seseorang menelan kerupuk yang belum terkunyah dengan sempurna?

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengatakan hal ini bukanlah sesuatu yang mengancam, karena sifat kerupuk sendiri yang mudah hancur.

"Risiko tersedak tetap ada. Tapi sampai saat ini tidak ada berita tentang peserta makan kerupuk yang mengalami gangguan serius," kata konsultan kesehatan pencernaan tersebut, saat dihubungi detikcom, Jumat (15/8/2025).

"Yang penting kerupuknya harus renyah," sambungnya.

Takeaways:

  • Sesuaikan kemampuan dan kebiasaan

4. Mengontrol Kerupuk

Tantangan terberat dalam lomba makan kerupuk adalah saat kerupuk mulai berayun, dan peserta tidak boleh menggunakan tangan untuk menahannya. Hasan membagikan trik jitu untuk mengantisipasinya, yakni menggunakan hidung untuk menahan gerakan kerupuk. Karenanya, ia memilih posisi awal kerupuk sejajar hidung.

Meski demikian, ada kalanya pergerakan tali dan kerupuk terlalu liar dan tidak sesuai prediksi awal. Ketika kerupuk sudah menjauh dari hidung, April punya trik lain untuk 'menahan' kerupuk agak tidak goyang.

"Kita bisa menahannya dengan bibir atau dengan lidah, membasahi bibir dengan ludah akan membuat kerupuk menempel ke mulut dan minim goyang. Lidah juga akan membantu kita untuk menahan dan mengarahkan kerupuk," kata April.

Takeaways:

  • Kerupuk mudah lengket pada sesuatu yang basah
  • Manfaatkan lidah dan bibir untuk menahan ayunan kerupuk saat mulai tidak terkendali

Tips menang lomba makan kerupukTips menang lomba makan kerupuk Foto: infografis detikHealth

5. Manajemen Waktu

Umumnya, para peserta lomba kerupuk akan 'ngegas' di akhir baik dalam menggigit dan mengunyah dan mengatur ritme sesuai kemampuan di awal dan tengah. Namun, menurut Hasan, konsistensi di mengunyah yang cepat adalah kunci kemenangan.

"Selama ngunyahnya cepet, kayaknya bakal menang-menang aja," kata Hasan.

Simak Video "Video: Rencana Menkes Gandeng Mendikdasmen Tangani Masalah Kebugaran Pelajar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)


Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |