Trump Kasih Sinyal Akhir Perang Iran, Bursa Asia Menghijau

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia mayoritas melaju di jalur hijau yang dipimpin oleh indeks Korea Selatan yang naik 5% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan yang membuat harga minyak turun.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 5% dan menjadi indeks yang memimpin pemulihan di kawasan regional. Sementara Indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik lebih dari 4%.

Selanjutnya, Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,35% pada perdagangan awal, sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,66%, sementara Topix naik 1,3%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.370, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.408,46.

Mengutip CNBC Internasional, harga minyak turun dan Wall Street pulih setelah Trump memberi sinyal bahwa konflik dengan Iran berpeluang akan segera berakhir.

Trump mengatakan operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel sejak 28 Februari telah mencapai kemajuan signifikan.

"Kami membuat kemajuan besar untuk menyelesaikan tujuan militer kami," kata Trump, sekitar sembilan hari setelah konflik dimulai.

Namun Trump tidak merinci secara jelas target akhir dari operasi militer tersebut. Ia lebih menekankan keberhasilan militer yang diklaim telah melemahkan kekuatan Iran secara signifikan.

Trump juga mempertimbangkan mengambil alih kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak global. 

Usai pernyataan tersebut, harga minyak mentah AS turun 6,49% menjadi US$88,66 per barel pada pukul 19.28 ET Senin. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak melewati US$100.

"Dengan 20% pasokan minyak dunia terhenti, kita mengalami gangguan terbesar yang pernah ada," kata Bob McNally, presiden Rapidan Energy Group, merujuk pada penutupan Selat Hormuz.

Semalam, saham AS mengalami kenaikan. Indeks S&P 500 naik 0,83% dan ditutup pada 6.795,99, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 239,25 poin, atau 0,5%, dan berakhir pada 47.740,80.

Indeks saham unggulan ini baru saja mengalami penurunan mingguan terbesar dalam hampir setahun.

Sedangkan Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,38% dan ditutup pada 22.695,95. Pergerakan tersebut menandai pembalikan yang mengesankan dari kerugian yang terlihat sebelumnya pada hari itu.

Dow turun nyaris 900 poin pada titik terendah sesi, dan S&P 500 serta Nasdaq masing-masing turun hingga 1,5%.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |