Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah turis menyemprotkan air ke arah seorang sopir saat perayaan Songkran viral di media sosial. Insiden tersebut berujung pada penindakan aparat, dengan sedikitnya tujuh orang diamankan oleh pihak kepolisian. (Tangkapan Layar Tiktok/Little patong via Detikcom)
Bahkan setelah sang sopir masuk ke dalam mobil, para turis tetap berusaha membuka paksa pintu kendaraan sambil terus menyemprotkan air ke arahnya, sehingga situasi terlihat semakin ricuh dan sulit dikendalikan. (Tangkapan Layar Tiktok/Little patong via Detikcom)
Dilansir dari Thairath Online, polisi menjelaskan bahwa ketujuh turis tersebut ditangkap karena berperilaku tidak tertib saat merayakan festival air di jalan raya. Mereka dinilai mengganggu pengguna jalan dan kini diproses sesuai hukum yang berlaku. (Tangkapan Layar Tiktok/Little patong via Detikcom)
Menanggapi kejadian tersebut, otoritas setempat mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak menggunakan jalan umum sebagai lokasi bermain air. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan keselamatan. Pengawasan selama festival pun diperketat guna menjaga ketertiban dan keamanan. Aparat diminta lebih sigap dalam menindak pelanggaran yang terjadi di ruang publik selama perayaan berlangsung. (REUTERS/Patipat Janthong)
Sementara itu, dikutip dari Reuters pada Kamis (16/4/2026), ribuan orang memadati jalanan di Bangkok untuk merayakan Songkran, festival Tahun Baru tradisional Thailand. Warga lokal dan turis asing tampak mengenakan pakaian warna-warni sambil saling menyiram air menggunakan pistol air di tengah iringan musik. (REUTERS/Patipat Janthong)
Meski berlangsung meriah, sebagian peserta festival mengaku memanfaatkan momen tersebut sebagai pelarian sementara dari tekanan ekonomi global, termasuk kenaikan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah. Survei universitas menunjukkan pengeluaran selama festival diperkirakan turun 3,7% menjadi sekitar 130 miliar baht, dengan 36% responden berencana mengurangi belanja. (REUTERS/Patipat Janthong)

16 hours ago
2
















































