UAH Ungkap Amalan-Amalan Istimewa Bulan Syawal, Penyempurna seperti Puasa 1 Tahun

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Syawal adalah bulan spesial yang hadir setelah bulan Ramadhan. Selain menjadi momen perpisahan dengan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan, Syawal juga membawa berbagai amalan sunnah yang hanya bisa dilakukan di bulan ini.

Pendakwh muda Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa Syawal memiliki berbagai keutamaan yang tidak bisa ditemukan di bulan lain. Salah satu di antaranya adalah ibadah-ibadah yang dianjurkan khusus di bulan ini.

Penjelasan ini dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @jalanbaru784, yang membahas tentang keistimewaan bulan Syawal dan amalan yang bisa dilakukan.

Salah satu ibadah yang dilakukan pada awal bulan Syawal adalah sholat Idul Fitri. Ini menjadi momen umat Islam berkumpul dalam kebersamaan dan mengagungkan takbir.

Selain itu, bulan Syawal juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak silaturahmi. Mengunjungi keluarga, saudara, dan teman merupakan bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan.

UAH menyebutkan bahwa setelah hari raya, ada amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa 6 hari Syawal.

Simak Video Pilihan Ini:

3 Jamaah Sholat Idul Fitri di Alun-Alun Pemalang Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang

Promosi 1

Menyempurnakan Puasa Sepanjang Tahun

"Man shama Ramadhana, siapa pun yang menunaikan puasa Ramadhan, lalu diikuti dengan menunaikan puasa sunnah di bulan Syawal sebanyak enam hari, seakan-akan dia menyempurnakan puasa sepanjang tahun," ujar UAH.

Puasa Syawal bisa dikerjakan mulai dari tanggal 2 hingga 30 Syawal. Tidak ada ketentuan harus dilakukan secara berurutan atau terpisah, yang terpenting adalah menyelesaikannya selama enam hari.

"Silakan Anda puasa enam hari di bulan Syawal senyamannya. Dari tanggal 2 sampai tanggal 30, yang mau runtut silakan, yang tidak bisa berurutan juga boleh," jelas UAH.

Keistimewaan puasa Syawal terletak pada pahalanya yang sangat besar. Disebutkan dalam hadis bahwa seseorang yang menyelesaikan puasa ini akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Puasa ini merupakan kesempatan istimewa yang hanya datang setahun sekali. Jika seseorang melewatkannya tahun ini, maka ia harus menunggu hingga tahun depan.

UAH mengingatkan bahwa pahala puasa ini bukan berarti seseorang benar-benar berpuasa selama setahun, tetapi nilai pahalanya yang setara dengan puasa setahun penuh.

Momentum Memperbaiki Diri

Masyaallah, betapa besar keutamaan yang bisa didapat hanya dengan enam hari puasa tambahan setelah Ramadhan.

Bagi yang ingin meraih keutamaan ini, tidak ada batasan harus berurutan atau tidak. Islam memberikan kelonggaran bagi umatnya untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Menjalankan puasa Syawal juga menjadi bukti kesungguhan dalam menjaga ibadah setelah Ramadhan. Ini menjadi indikator apakah seseorang benar-benar ingin mempertahankan ketakwaannya.

Selain puasa, memperbanyak ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah juga sangat dianjurkan di bulan Syawal.

Syawal bukan hanya sekadar perayaan setelah Ramadhan, tetapi juga momentum untuk terus meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

Semoga kita semua bisa memanfaatkan bulan Syawal dengan sebaik-baiknya, mengerjakan amalan yang dianjurkan, dan mendapatkan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |