Jakarta, CNBC Indonesia- CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra mengatakan perang Iran Vs Amerika Serikat yang masih berlangsung masih menjadi sentimen yang menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan global terus meningkat.
Lonjakan harga minyak mentah akibat perang masih menjadi ancaman terhadap pergerakan IHSG, pasar SBN hingga Rupiah. Khusus nilai tukar, Guntur Putra memandang kondisi yang sudah menyentuh level terendahnya di Rp 17.000 per Dolar AS masih berpeluang lanjut melemah jika perang berlanjut dan inflasi meroket dan defisit APBN di atas 3%.
Kondisi ini juga bisa memicu lembaga rating global menurunkan prospek RI menjadi negatif outlook sehingga bisa meningkatkan potensi sovereign downgrade. Dampaknya Rupiah bisa semakin melemah dan SBN yield bisa menyentuh 7% dari posisi sekarang 6,7%.
Seperti apa dampak perang yang melebar ke IHSG, Rupiah dan SBN? Bagaimana arah investasi MI di tengah sentimen geopolitik ini? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 10/03/2026)
Add
source on Google

4 hours ago
2
















































