Jakarta, CNBC Indonesia - China mengutuk keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Negeri itu menyerukan penghentian aksi militer.
Pemerintah Presiden Xi Jinping mengatakan pembunuhan itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. Melalui Kementerian Luar Negeri, China mengatakan tindakan kedua negara sekutu itu terhadap Teheran menginjak tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar hubungan internasional.
"China dengan tegas menentang dan mengutuk keras hal ini," tegasnya Minggu, dikutip Senin (2/3/2026).
"Penghentian segera operasi militer," tambahnya.
Kecaman itu datang tepat setelah media pemerintah China melaporkan panggilan telepon antara diplomat utama Beijing Wang Yi dan mitranya dari Rusia Sergei Lavrov. Menurut kantor berita negara Xinhua, pembicaraan diprakarsai oleh Lavrov.
Wang mengatakan bahwa pembunuhan terang-terangan terhadap seorang pemimpin negara berdaulat dan hasutan untuk perubahan rezim oleh Amerika dan Israel adalah tidak dapat diterima.
China, tegasnya, sangat prihatin bahwa situasi di Timur Tengah dapat terdorong ke jurang yang berbahaya.
"Masyarakat internasional harus mengirimkan pesan yang pasti dan jelas yang menentang kemunduran dunia ke hukum rimba," kata Wang.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan itu sebagai "pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional". Beijing dalam beberapa hari terakhir telah mendesak warganya di Iran untuk mengevakuasi negara itu sesegera mungkin.
Sementara itu, China juga menyerukan ke pemegang paspor China agar meninggalkan Iran melalui jalur darat bebas visa. Mereka bisa melalui Azerbaijan, Armenia, dan Turki.
(sef/sef)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































