5 Update Greenland: Trump Hukum Eropa-Putin Turun Tangan

1 hour ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik terkait status Greenland memasuki babak baru yang semakin memanas seiring dengan pernyataan provokatif Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa ambisinya untuk mengakuisisi wilayah tersebut sudah tidak bisa ditarik kembali.

Di tengah berlangsungnya Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Trump secara terbuka mengklaim Greenland sebagai kepentingan vital keamanan nasional Amerika Serikat, bahkan melangkah lebih jauh dengan menyebarkan visualisasi klaim wilayah tersebut di media sosial.

Berikut sejumlah perkembangan terbaru terkait hal ini dikutip Guardian, Selasa (20/1/2026):

1. Sikap Tegas Trump: "Tidak Ada Jalan Kembali"

Donald Trump menegaskan kembali niatnya untuk mengambil alih Greenland melalui serangkaian unggahan di Truth Social. Ia menyatakan bahwa pengambilalihan tersebut adalah "keharusan bagi keamanan nasional dan dunia" serta menegaskan bahwa "tidak ada jalan kembali" (there can be no going back) dalam upaya akuisisi wilayah otonom Denmark tersebut.

2. Gambar AI dan Klaim Wilayah

Trump membagikan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya sedang menancapkan bendera Amerika Serikat di Greenland. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut Greenland sebagai "Wilayah AS, estimasi 2026" (US territory, est. 2026). Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah delegasi AS sepakat untuk melakukan pembicaraan tertutup dengan Menteri Luar Negeri Denmark.

3. Tanggapan Keras Uni Eropa

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memberikan teguran keras kepada Trump saat berbicara di Davos. Ia menyatakan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Greenland adalah hal yang "tidak dapat dinegosiasikan." Ia juga menyebut ancaman tarif AS sebagai sebuah "kesalahan" dan memperingatkan risiko spiral penurunan ekonomi yang justru akan menguntungkan musuh-musuh strategis Barat.

4. Putin Buka Suara

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, turut berkomentar dengan mengeklaim bahwa Greenland bukanlah "bagian alami" dari Denmark. Lavrov menyatakan bahwa situasi ini menunjukkan tren krisis di Barat yang menyebabkan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan di dalam internal NATO. Namun, ia menegaskan Rusia tidak berniat untuk merebut wilayah tersebut.

5. Ancaman Tarif 25% dan Himbauan AS

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mendesak negara-negara Eropa untuk tidak membalas tarif perdagangan 25% yang diancamkan Trump terhadap negara-negara yang menghalangi ambisi AS atas Greenland. Sementara itu, pasar saham global dilaporkan mengalami penurunan akibat ketidakpastian politik yang dipicu oleh krisis ini.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |