Ada Potensi Harga Mobil di RI Akan Naik, Tanda-tandanya Sudah Terlihat

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri otomotif nasional tengah menghadapi tekanan berat di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh suku bunga yang relatif tinggi serta kebijakan pengetatan kredit kendaraan bermotor dari lembaga pembiayaan.

Di saat yang sama, gejolak eksternal juga ikut menambah risiko bagi pelaku industri. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang kini sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS, berpotensi meningkatkan biaya produksi kendaraan di dalam negeri.

Pasalnya, sebagian komponen otomotif yang digunakan dalam proses produksi masih berasal dari impor. Jika pelemahan rupiah berlangsung lama, produsen berpotensi menyesuaikan harga jual kendaraan.

"Jika harga komponen meningkat akibat pelemahan nilai tukar, maka produsen berpotensi menaikkan harga kendaraan. Kenaikan harga di tengah melemahnya daya beli masyarakat dinilai dapat menjadi tantangan serius bagi industri otomotif nasional," kata Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono, dikutip Minggu (22/3/2026).

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga panggung utama peluncuran kendaraan baru. Sejumlah merek telah menyiapkan model terbaru yang akan diperkenalkan selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga panggung utama peluncuran kendaraan baru. Sejumlah merek telah menyiapkan model terbaru yang akan diperkenalkan selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga panggung utama peluncuran kendaraan baru. Sejumlah merek telah menyiapkan model terbaru yang akan diperkenalkan selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Tekanan tersebut tercermin dari performa penjualan mobil dalam beberapa waktu terakhir. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penjualan mobil secara wholesales sepanjang 2025 hanya mencapai 803.687 unit. Angka ini turun 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 865.723 unit.

Memasuki 2026, pemulihan pasar juga belum terlihat signifikan. Dalam dua bulan pertama tahun ini, total penjualan mobil baru masih berada di angka 145.228 unit. Tekanan paling terasa pada segmen kendaraan yang menyasar konsumen kelas menengah, terutama yang bergantung pada skema pembiayaan kredit.

"Kondisi itu terutama dirasakan pada segmen kendaraan yang menyasar konsumen kelas menengah yang mengandalkan skema pembiayaan kredit," kata Tri.

Ia juga menyoroti sikap lembaga pembiayaan yang kini lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit kendaraan bermotor. Kondisi ini membuat sebagian konsumen kesulitan memperoleh pembiayaan untuk membeli mobil baru.

"Lembaga pembiayaan kini lebih selektif dalam menyalurkan kredit, sehingga memengaruhi penjualan kendaraan baru," kata Tri.

Tekanan tersebut turut tercermin dari kinerja penjualan Daihatsu sepanjang tahun lalu. Sepanjang 2025, Daihatsu membukukan penjualan sebanyak 130.677 unit, turun 19,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 163.032 unit.

Meski demikian, pada awal 2026 terlihat tanda-tanda perbaikan. Dalam periode Januari hingga Februari tahun ini, penjualan Daihatsu tercatat mencapai 25.965 unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 21.942 unit.

(fys/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |