loading...
AS dilaporkan kehilangan 45 unit drone canggih MQ-9 Reaper dalam perang melawan Iran. Total kerugian lebih dari Rp23 triliun. Foto/General Atomics
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) telah kehilangan 45 unit drone canggih MQ-9 Reaper, atau seperempat dari total persediaan pesawat pengintai tersebut, selama perang melawan Iran. Kerugian ini menelan biaya sekitar USD1,3 miliar (lebih dari Rp23 triliun) bagi pembayar pajak Amerika.
Data tersebut diungkap The Washington Post pada hari Kamis (13/8/2026), mengutip tiga pejabat AS. Pejabat AS keempat mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa tidak semua drone yang hilang ditembak jatuh Iran. Beberapa di antaranya jatuh setelah kehilangan komunikasi dengan operatornya.
Baca Juga: Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
Sebagai penerus MQ-1 Predator, MQ-9 Reaper adalah drone dengan kemampuan terbang lama di ketinggian menengah (medium-altitude long-endurance atau MALE), yang mampu terbang hingga 30 jam sembari menjalankan misi pengintaian atau serangan terarah menggunakan rudal Hellfire.
Harga satu unit pesawat nirawak ini berkisar antara USD30 juta hingga USD50 juta, dan militer AS memiliki sekitar 185 unit sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari—165 unit di Angkatan Udara dan 20 unit dioperasikan oleh Korps Marinir.
Dalam hitungan jam setelah perang dimulai, laporan mengenai jatuhnya MQ-9 Reaper mulai beredar di saluran Telegram Iran. Rekaman video segera menyusul, di mana militer Iran mengeklaim telah menembak jatuh sejumlah MQ-9 saat sedang terbang, serta menghancurkan unit lainnya saat berada di dalam hanggar di pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571042/original/028163100_1777571796-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_00.47.21.jpeg)






