Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan (Korsel) dilaporkan mulai mengerahkan rudal balistik terbaru Hyunmoo-5, yang dijuluki rudal "monster", di tengah meningkatnya ancaman nuklir Korea Utara (Korut). Pengerahan ini menjadi bagian dari strategi pertahanan Seoul untuk menangkal potensi serangan dari Pyongyang.
Mengutip sumber militer, kantor berita Yonhap, sebagaimana dikutip Newsweek, Selasa (20/1/2026), melaporkan pengerahan Hyunmoo-5 telah dimulai sejak akhir tahun lalu dan diperkirakan akan rampung sebelum masa jabatan Presiden Lee Jae Myung berakhir pada 2030. Rudal ini disebut sebagai salah satu senjata konvensional paling kuat yang pernah dimiliki Korsel.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back mengatakan produksi massal Hyunmoo-5 telah dimulai. Ia menyebut kepemilikan rudal "monster" dalam jumlah besar dapat menciptakan "keseimbangan teror" terhadap ancaman Korea Utara.
"Produksi massal [rudal balistik Hyunmoo-5] telah dimulai, dan langkah-langkah sedang diupayakan untuk meningkatkan produksi secara signifikan," ujarnya dalam wawancara dengan Yonhap pada Oktober 2025.
Hyunmoo-5 memiliki panjang sekitar 65 kaki (hampir 20 meter) dan membawa hulu ledak konvensional seberat 8 ton. Senjata ini dirancang untuk menghancurkan bunker bawah tanah yang diyakini menjadi tempat penyimpanan rudal serta pusat komando dan kepemimpinan Korea Utara. Pemerintah Korsel menyebut rudal ini mampu melakukan serangan "sangat presisi dan berdaya hancur tinggi".
Pengerahan Hyunmoo-5 merupakan bagian dari sistem pertahanan "tiga poros" Korsel, strategi militer yang dirancang untuk mendeteksi, mencegah, serta membalas serangan nuklir dan rudal Korut. Sebagai sekutu utama Amerika Serikat (AS), Korsel juga berada di bawah payung pencegahan nuklir Washington, dengan sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Semenanjung Korea.
Meski mendapat tekanan dan sanksi internasional, Korea Utara terus mengembangkan kemampuan nuklirnya. Pemimpin Korut Kim Jong Un berulang kali menegaskan akan memperkuat "perisai dan pedang nuklir" guna menghadapi aliansi AS-Korea Selatan.
Yonhap melaporkan termasuk Hyunmoo-5 dan variannya yang ditingkatkan, Korsel berencana mengerahkan hingga ratusan rudal canggih. Langkah ini diambil karena Seoul dilarang memiliki senjata nuklir berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Menurut analis, ke depannya, perlombaan senjata di Semenanjung Korea berpotensi meningkat seiring penolakan Korea Utara untuk melepaskan senjata nuklirnya. Situasi ini juga dapat mendorong negara-negara tetangga, seperti Jepang dan China, untuk memperkuat kemampuan militernya masing-masing.
(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2















































