Surabaya, CNBC Indonesia - Para wajib pajak yang belum melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan periode tahun pajak 2025 masih sekitar 3,7 juta per 16 April 2026.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti mengatakan, total wajib pajak yang sudah melaporkan baru sebanyak 11,3 juta dari target sampai akhir April 2026 sebanyak 15 juta.
"Ya ini sudah lumayan sih karena kan sebetulnya nanti biasanya menjelang akhir baru banyak," kata Inge di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Jumat (17/4/2026).
April 2026 menjadi batas akhir bagi wajib pajak orang pribadi yang bisa menikmati keringanan sanksi administrasi pelaporan SPT tahunan 2025. Sebenarnya, batas akhir pelaporan SPT WP OP itu ialah Maret 2026, sedangkan WP Badan April.
Dalam Pengumuman DJP Nomor PENG-28/PJ.09/2026 Penghapusan sanksi administratif ini ditetapkan merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Penghapusan sanksi administratif ini dilakukan dengan tidak diterbitkan Surat Tagihan Pajak baik berupa denda maupun bunga sampai 30 April 2026.
"Untuk orang pribadi itu kita mencapai SPT tertinggi masuk itu di tanggal 31 itu capaian tertinggi tanggal 31 Maret kemarin 405 SPT masuk dalam waktu satu hari itu tertinggi," ujar Inge.
Inge optimistis, pelaporan SPT akan bisa mencapai 15 juta wajib pajak sampai akhir April 2026, sehingga keseluruhan tahun ini akan mencapai 19 juta wajib pajak yang melaporkan SPT.
"Sekarang teman-teman sedang fokus untuk bisa melayani mereka (wajib pajak) yang melaporkan tepat waktu. Bagi yang tidak menyampaikan tepat waktu ini yang kita akan kejar nanti," tuturnya.
"Jadi sekitar 19 juta SPT harusnya masuk sampai dengan akhir tahun. Kita berharap yang akan masuk tepat waktu itu berarti sampai dengan batas waktu pelaporan SPT berakhir itu sekitar 15 jutaan," tegas Inge.
(arj/mij)
Addsource on Google

3 hours ago
6
















































