Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pagi ini. Per pukul 09.06 WIB, indeks melambung ke level 7.702,37 atau naik 1,03%.
Sebanyak 400 saham di zona hijau, 155 turun, dan 404 belum bergerak. Nilai transaksi cukup ramai, yakni Rp 1,49 triliun, melibatkan 3,59 miliar saham dalam 228.300 kali transaksi.
Sementara itu, kondisi geopolitik mendapatkan angin segar. Pemerintahan Trump menyampaikan optimisme pada Rabu mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sembari memperingatkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Teheran jika tetap bersikap keras kepala.
Trump mengatakan perang yang dilancarkannya bersama Israel sejak akhir Februari hampir berakhir, meskipun blokade pelayaran yang diumumkannya mulai berlaku dan lalu lintas melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat normal.
Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran sebagai upaya meningkatkan posisi tawar menjelang negosiasi lanjutan, hanya beberapa pekan setelah Washington melonggarkan penegakan sebagian sanksi energi terhadap Iran.
Pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan secepat akhir pekan ini, setelah negosiasi pada Minggu berakhir tanpa terobosan. Panglima militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu untuk mencoba mencegah pecahnya kembali konflik.
Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa Field Marshal Asim Munir telah tiba di Teheran. Sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan Munir, yang memediasi putaran pembicaraan terakhir, akan berupaya "memperkecil perbedaan" antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menulis di X menyambut Munir dan mengatakan Iran berkomitmen "mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan."
Pembicaraan akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang dimulai Trump bersama Israel pada 28 Februari, memicu serangan Iran ke negara-negara Teluk dan kembali memanaskan konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Dalam perkembangan lain, di World Economic Outlook edisi April 2026, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027. Angka ini merupakan laju pertumbuhan terlemah dalam dua dekade terakhir. IMF turut memaparkan skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah meluas dan merusak infrastruktur energi.
Dalam skenario berat tersebut, pertumbuhan global diproyeksikan anjlok hingga ke level 2%, dengan tingkat inflasi global melonjak melebihi 6% pada tahun 2027.
Di tengah bayang-bayang pesimisme global, perekonomian Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang solid. IMF memproyeksikan Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi China di level 4,4% dan Filipina di 4,1%, meski masih di bawah India yang diproyeksikan tumbuh 6,5%. Inflasi domestik juga diperkirakan terkendali di kisaran 3% untuk tahun ini.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% pada 2026, dari 5,1% pada proyeksi sebelumnya.
Kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin kuat. Dalam pertemuan di sela-sela IMF Spring Meetings, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebut Indonesia sebagai "titik terang" di tengah perekonomian dunia.
Predikat ini didasarkan pada konsistensi pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB, serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang adaptif dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas makroekonomi.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
4
















































