Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah pada hari Rabu, mencerminkan kerugian semalam di Wall Street setelah Presiden Donald Trump meningkatkan retorika terkait Greenland, mengancam tarif baru pada negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke Amerika Serikat.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.341, di bawah penutupan terakhir indeks acuan tersebut di 26.487,51.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,28%, sementara Topix turun 1,09%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,09% sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 2,2%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia memulai hari dengan penurunan 0,32%.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang diusulkannya. Trump selanjutnya mengkritik Inggris, menyebut rencana mereka untuk mentransfer kedaulatan Kepulauan Chagos, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer gabungan Inggris-AS, ke Mauritius sebagai "tindakan yang sangat bodoh," dengan menyebut langkah tersebut sebagai pembenaran lebih lanjut untuk mengakuisisi Greenland atas dasar keamanan nasional.
Para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump "tidak dapat diterima" dan dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan balasan. Prancis dikatakan mendesak Uni Eropa untuk mengerahkan alat respons ekonomi terkuatnya, yang disebut Instrumen Anti-Koersi.
Kontrak berjangka saham AS naik sedikit pada awal jam perdagangan Asia setelah rata-rata utama mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan.
Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average turun 870,74 poin, atau 1,76%, untuk mengakhiri sesi di 48.488,59. S&P 500 turun 2,06% menjadi 6.796,86. Nasdaq Composite merosot 2,39%, ditutup pada 22.954,32. Ini adalah sesi terburuk sejak Oktober untuk ketiga indeks utama tersebut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan dolar AS melemah karena ancaman Trump menyebabkan pelarian dari aset AS.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































