RI Terancam Kena Godzilla El Nino, Awas Harga Pangan Meroket!

2 hours ago 3

‎Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis prediksi cuaca ekstrem berupa El Nino Godzilla berpotensi melanda RI di periode musim kemarau tahun 2026 ini.

Merespon Hal itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa ini perlu menjadi 'warning' bagi pemerintah karena berpotensi membuat harga pangan naik.

‎Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan secara teori Godzilla El Nino bisa membuat harga-harga melonjak. Pasalnya kemarau panjang dapat membuat produktivitas produksi tanaman pertanian rendah.

‎Sementara di sisi permintaan masyarakat terhadap produk pertanian untuk konsumsi sehari-sehari tetap, sehingga terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Kondisi ini yang akan membuat harga meningkat dan memicu inflasi.

‎"Secara teori kalau misalnya produksi atau produktivitas tanaman yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari itu menjadi terkendala, mungkin jumlah produksinya rendah atau misalnya stok yang ada itu sedikit, secara prinsip ekonomi tentunya ketika permintaan itu tidak berubah maka akan ada kecenderungan kenaikan harga. Itu prinsip ekonomi," katanya saat memberikan pemaparan di Gedung BPS Pusat, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

‎Meskipun Saparno mengatakan dampak pastinya baru bisa terlihat saat Godzilla El Nino sudah berjalan, dirinya mengatakan bahwa pemerintah harus tetap waspada akan potensi kenaikan inflasi volatile food.

‎"Tentunya ini sebenarnya menjadi warning bagi pemerintah ketika misalnya ada kondisi semacam ini, El Nino, sehingga produktivitas misalnya kebutuhan pokok terutama biasanya terkait dengan volatile food-nya," imbuhnya.

‎Oleh karena itu, Saparno mengatakan perlu adanya strategi kebijakan untuk kestabilan harga pangan.

‎"Itu mungkin harus ada strategi yang dibangun apakah mungkin untuk kestabilan harga. Apakah perlu import dan sebagainya," tutur Saparno.

‎Sebelumnya, BRIN memprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau yang kerap dijuluki "Godzilla" pada tahun ini. Kondisi ini berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

‎El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia. Dalam fase kuat, fenomena ini disebut "Godzilla" karena mampu memicu anomali iklim yang signifikan.

‎"El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Fenomena El Nino, termasuk potensi variasi kuat 'Godzilla', menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering," tulis Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin, dikutip dari unggahan Instagarm resmi @/brin_indonesia, dikutip Selasa (21/4/2026).

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |