Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah

16 hours ago 6

loading...

Febrie Adriansyah (tengah) saat konferensi pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Gelombang dukungan agar Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pembersihan internal Korps Adhyaksa secara total terus mengalir deras. Langkah berani Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyupervisi kasus yang menjerat Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dinilai sebagai sinyal paling kuat bahwa institusi ini didukung penuh oleh publik untuk "menyikat" habis siapa saja yang bermasalah, tanpa peduli seberapa strategis jabatannya.

Menurut Pakar Hukum Suparji Ahmad, keputusan Kejagung menggandeng KPK memiliki landasan hukum yang sangat solid dan patut didukung demi menjaga muruah penegakan hukum yang bersih. “Saya memandang langkah Jaksa Agung mengundang KPK untuk melakukan supervisi merupakan langkah tepat dengan legitimasi normatif yang kuat," ujar Suparji, Selasa (14/7/2026).

Pelibatan aktif KPK ini dinilai sekaligus meruntuhkan keraguan publik yang sempat khawatir akan adanya upaya saling melindungi sesama korps di internal kejaksaan. Dengan adanya dukungan kuat dari masyarakat dan para pakar, Kejagung kini memiliki legitimasi moral yang besar untuk membongkar tuntas perkara ini tanpa ragu.

Baca juga: Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia

Suparji menegaskan bahwa masuknya KPK akan menutup rapat semua celah "main mata" atau potensi konflik kepentingan dalam penanganan perkara yang menyeret Febrie Ardiansyah tersebut. "Supervisi bukan bentuk intervensi, melainkan instrumen untuk memperkuat akuntabilitas, objektivitas, dan pencegahan konflik kepentingan," tegasnya.

Sinergi taktis Kejagung dan KPK ini mengirimkan pesan tegas bahwa agenda bersih-bersih internal kejaksaan tidak bisa ditawar lagi. Dukungan publik kini berada sepenuhnya di belakang Jaksa Agung untuk memastikan proses "sikat" oknum ini berjalan objektif, transparan, dan tuntas hingga ke akarnya.

(rca)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |