Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, memperingatkan Iran agar tidak membahayakan kesepakatan gencatan senjata dengan Washington menyusul serangan udara Israel yang terus berlanjut di Lebanon. Pernyataan ini merespons klaim Iran dan mediator Pakistan yang menyebut Lebanon seharusnya masuk dalam cakupan perjanjian tersebut.
Mengutip Al Jazeera, Vance menyatakan bahwa AS tidak pernah menyetujui penghentian serangan Israel ke Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan negosiasi kini sepenuhnya berada di tangan Teheran.
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini berantakan dalam konflik di mana mereka telah dipukul habis-habisan hanya demi Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan di mana Amerika Serikat tidak pernah sekalipun menyatakan bahwa itu adalah bagian dari gencatan senjata, maka itu adalah pilihan mereka," kata Vance saat meninggalkan Hungaria pada hari Rabu.
"Kami pikir itu akan menjadi tindakan yang bodoh, tetapi itu adalah pilihan mereka," tambahnya merujuk Iran.
Lebih lanjut Vance mengatakan ada salah paham dalam komunikasi diplomatik. Ia menepis adanya kesepakatan formal yang mengikat operasi militer Israel di Lebanon dalam draf yang disetujui Amerika Serikat.
"Ada banyak negosiasi dengan itikad buruk dan banyak propaganda dengan itikad buruk yang terjadi. Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata itu mencakup Lebanon, padahal sebenarnya tidak," tutur Vance.
Dalam kesempatan yang sama Vance juga mengungkapkan bahwa Israel telah memberikan jaminan tertentu untuk menjaga kelangsungan negosiasi besar antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung. Ia mengatakan pihak Israel telah berkomitmen untuk menahan diri sedikit di Lebanon.
"Karena mereka ingin memastikan bahwa negosiasi AS-Iran berhasil," kata Vance.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah pernyataan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menegaskan bahwa Lebanon termasuk dalam ketentuan gencatan senjata. Araghchi memberikan pilihan tegas kepada Washington terkait keterlibatan Israel dalam konflik tersebut.
"Syarat Gencatan Senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel. Mereka tidak bisa mendapatkan keduanya," tulis Araghchi.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan ancaman akan meluncurkan serangan balasan jika Israel tidak segera menghentikan operasinya di wilayah Lebanon. Mengutip pernyataan resmi IRGC pada Rabu, kelompok militer tersebut menegaskan kesiapannya untuk kembali bertempur.
"Jika agresi terhadap Lebanon yang tercinta tidak segera dihentikan, kami akan melakukan tugas kami dan memberikan tanggapan yang menyedihkan kepada para agresor jahat di kawasan tersebut," tulis pernyataan resmi IRGC tersebut.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
5
















































