Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah model ponsel hingga laptop naik pada awal tahun 2026. Hal ini terjadi saat kelangkaan dan kenaikan harga chip memori terjadi secara global.
Pantauan CNBC Indonesia pada Selasa (20/1/2026) di ITC Kuningan Jakarta, sejumlah toko menyatakan tidak ada kenaikan harga awal tahun ini. Sementara beberapa toko mengatakan ada kenaikan, tapi hanya beberapa model ponsel saja.
Kenaikan harga ponsel beragam. Kebanyakan terjadi pada ponsel dengan harga Rp 1-2 jutaan.
"Dari tanggal 10 (Januari) naiknya," kata seorang penjaga toko yang ditemui CNBC Indonesia.
Dia mengatakan salah satu ponsel yang naik adalah Samsung A07 sekitar Rp 50-100 ribuan. Selain itu juga ada seri Xiaomi 15 mencapai Rp 500 ribu.
Vivo juga terpantau naik di sejumlah toko. Y04S naik sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, serta Y21d dari Rp 300-600 ribu.
Kenaikan juga terpantau pada Realme untuk range harga Rp 1-2 jutaan berkisar Rp 100-300 ribu. Sementara Oppo mengalami kenaikan Rp 200 ribu.
Namun hampir semua pegawai yang kami temui mengakui kenaikan itu tidak terlalu berpengaruh ke penjualan. Salah satu dampaknya terasa bagi pembeli yang memiliki budget Rp 1,5 juta, karena ponsel dengan harga tersebut mengalami kenaikan.
Tren kenaikan juga terjadi pada sejumlah laptop untuk semua brand. Seorang pegawai toko mengatakan Lenovo mengalami kenaikan sejak awal bulan Januari, diikuti Asus, Acer hingga HP yang baru menyesuaikan harga minggu ini.
Kenaikan terjadi khususnya dengan spesifikasi DDR5 terbaru. Kisaran kenaikan mencapai Rp 1-2 jutaan, bahkan ada yang mencapai Rp 3-4 jutaan untuk produk high-end.
"Signifikan kenaikannya, ada Rp 6 juta jadi Rp 8 jutaan. Seri baru Vivobook, zenbook semuanya naik," kata seorang penjual.
"Semuanya kena (kenaikan harga). Semua brand kena, lokal-internasional kena," ujar penjual lainnya.
Para penjual mengaku kenaikan harga ini cukup berdampak pada penjualan Januari ini. Namun tidak terlalu besar dari segi jumlah.
"Lumayan sih, enggak sampai 50%," ungkap penjual.
Penyebab Kenaikan Harga Perangkat Elektronik
Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengatakan kenaikan harga telah terlihat sejak awal tahun ini. Tren tersebut terjadi karena Indonesia ikut merasakan krisis chip dunia.
Harga chip global yang terus naik juga berpotensi mendorong kenaikan harga gadget di tanah air. Segmen harga smartphone murah akan paling terdampak dari tren ini, karena margin vendor masih relatif tipis di segmen tersebut dan sulit menyerap kenaikan biaya.
"Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen ini," jelasnya.
Penyesuaian mungkin bisa dilakukan pada segmen menengah dan atas. Namun sebagian biaya masih bisa diteruskan ke harga jual, dengan opsi penyesuaian spesifikasi untuk membuat harga lebih terkendali.
Konsumen juga diperkirakan akan langsung merasakan dampak kenaikan saat penyesuaian harga dilakukan. Jadi pembeli perlu menyiapkan anggara lebih untuk mendapatkan perangkat yang diinginkan.
Vanessa mengatakan kondisi ini kemungkinan akan mulai mereda pada semester II mendatang. Namun dengan harga yang tetap tinggi hingga awal 2027.
Vendor Buka Suara Soal Kenaikan Harga
Sementara itu sejumlah vendor juga telah mengatakan akan menaikkan harga perangkat. Salah satunya vivo Indonesia yang mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan sejumlah faktor.
"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia.
Kebijakan tidak diterapkan menyeluruh, dan dilakukan berbeda-beda untuk setiap segmennya. Alexa mengatakan setiap seri memiliki spesifikasi, struktur biaya dan segmentasi pasar berbeda.
Asus juga melakukan hal serupa di Indonesia mulai kuartal I-2026. Alasannya karena adanya dinamika rantai pasok komponen global, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk.
"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia.
Menurutnya, penyesuaian harga dilakukan merata di seluruh kategori segmen laptop ASUS. Jadi dampaknya bakal dirasakan secara menyeluruh.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1
















































