Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).
Indeks tertekan 1,24% atau 113,21 poin ke level 9.021,49. Sebanyak 601 saham turun, 152 naik, dan 205 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 20,78 triliun, melibatkan 35,92 miliar dalam 2,51 juta kali transaksi.
Indeks bahkan sempat meninggalkan level 9.000 dengan koreksi sedalam 1,48% sekitar pukul 09.50 WIB.
Nyaris seluruh sektor melemah dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor properti dan konsumer primer, yang masing-masing terpangkas 3,99% dan 2,7%.
Adapun secara spesifik, saham Grup Astra tercatat sebagai pemberat utama kinerja IHSG hari ini. Saham Grup Astra kompak terkoreksi tajam pada perdagangan hari ini setelah pemerintah mencabut sejumlah izin usaha kehutanan dan pertambangan imbas banjir Sumatra, termasuk podusen tambang emas Agincourt milik United Tractors (UNTR).
Saham ASII terkoreksi 11,34% ke Rp 6.450 per saham, sedangkan saham UNTR anjlok 14,93% ke level 27.200.
Emiten lainnya yang menjadi pemberat kinerja IHSG adalah Bank Central Asia (BBCA) yang terkoreksi dalam tertekan aksi jual asing. BBCA turun 1,88% ke level 7.850.
Emiten lainnya yang menjadi pemberat kinerja IHSG termasuk Bank Central Asia (BBCA) yang terkoreksi dalam tertekan aksi jual asing.
Pasar kini mengantisipasi ketidakpastian global meningkat setelah muncul ancaman tarif baru dari Presiden Trump serta meningkatnya tekanan di pasar obligasi global.
Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah aman dengan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu hari ini.
Pada RDG sebelumnya yang digelar pada 16-17 Desember 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, dengan deposit facility 3,75% dan lending facility 5,50%.
Keputusan tersebut menjadi kali ketiga BI menahan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada RDG September 2025. Saat itu, BI memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) sebagai bagian dari upaya mendukung momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Adapun untuk RDG Januari 2026 ini, berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 lembaga/institusi, seluruhnya kompak memperkirakan BI akan kembali menahan suku bunga di level 4,75%.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1















































