Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD

9 hours ago 7

loading...

Peluncuran prototipe vaksin dengue berbasis teknologi mRNA kerja sama Kemenkes, UI, Tsinghua University, dan LPDP. Foto/Ari Sandita Murti.

JAKARTA - Menteri Kesehatan ( Menkes ) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, melalui kerja sama strategis berskala global antara Kemenkes, Universitas Indonesia, Tsinghua University, dan dukungan penuh dari LPDP, Indonesia kini meluncurkan prototipe vaksin dengue berbasis teknologi mRNA.

"Ini kerja sama antara UI, Tsinghua, dan Etana, tiga institusi ini melakukan penelitian untuk vaksin dengue dengan teknologi terbaru, namanya teknologi mRNA. Mudah-mudahan kalau ini bisa selesai, bisa menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia," ujarnya pada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai

Menurutnya, Indonesia membutuhkan 15 antigen, yang mana saat ini baru 4 yang bisa diproduksi dari awal di Indonesia. Sehingga saat vaksin itu selesai akan menjadi antigen ke-16 dengan teknologi paling baru.

Dia menerangkan, LPDP menjadi pendonor dana sehingga peneliti Indonesia bisa bekerja sama dengan peneliti China pada vaksin berbasis teknologi mRNA. Penelitian tersebut masih baru dalam tahap awal dan belum masuk pada tahap clinical trial.

"Soal penyakit, ini ada contekannya, kalau tuberculosis setahun itu 1 juta yang kena kita. HIV 570 ribu, malaria 520 ribu, ini per tahun, dengue itu 151 ribu. Jadi kalau dari sisi penyakit penular, di mata Kemenkes, nomor 1 TBC, nomor 2 HIV, nomor 3 malaria, nomor 4 dengue, keempat ini vaksinnya belum diproduksi di Indonesia, sudah ada vaksinnya itu malaria dan dengue, tapi itu diproduksi negara lain," tuturnya.

Baca juga: Jangan Cuma Cek Suhu Saat Anak Demam, Segera Bawa ke Dokter Jika Ada Gejala Berikut

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |