Ini Ramalan Terbaru Harga Perak, Bikin Cemas?

3 hours ago 2

Review Sepekan

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

31 May 2026 07:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan harga perak (XAG/USD) terpantau bergerak dalam rentang konsolidasi yang cukup ketat sepanjang pekan ini. Komoditas logam mulia ini terus berjuang untuk keluar dari tekanan setelah mengalami gejolak yang signifikan pada pertengahan bulan.

Berdasarkan data perdagangan terbaru dari bursa komoditas global, harga penutupan perak pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026), mendarat di level US$ 75,25 per troy ons.

Jika diakumulasikan sepanjang pekan ini, komoditas ini bergerak sangat fluktuatif setelah sempat dibuka di level tinggi US$ 78,07 per troy ons pada Senin (25/5), sebelum akhirnya melandai ke level US$ 76,94 pada Selasa (26/5), longsor ke US$ 74,60 pada Rabu (27/5), dan sedikit pulih ke level US$ 75,63 pada Kamis (28/5).

Secara teknikal, pola pergerakan harga perak sepekan terakhir mencerminkan kejenuhan momentum pasar yang nyata setelah sempat keluar dari tren ascending channel. Indikator SMA 50 hari saat ini bertindak sebagai titik jangkar terdekat di kisaran US$ 75,70 per troy ons, di mana harga penutupan harian terus memotong area tersebut secara dinamis.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) terpantau mulai mendatar di zona bearish. Kondisi indikator yang mendatar ini memberikan sinyal kuat bahwa kekuatan kelompok bear investor mulai tertahan, meskipun kendali jangka pendek belum sepenuhnya beralih ke tangan pembeli, menciptakan pola konsolidasi pasca-koreksi besar.

Dilema Data Ekonomi AS dan Tekanan Suku Bunga

Meredanya intensitas kecemasan para pelaku pasar global menjadi faktor fundamental utama di balik tertahannya laju komoditas ini. Pasar finansial secara kolektif mulai mengurangi kepemilikan pada aset safe haven seiring dengan berkurangnya kekhawatiran jangka pendek terhadap risiko resesi global dan ketegangan politik di Timur Tengah.

Ketika persepsi risiko mereda, pasar saham justru beralih menguat dan mencetak rekor tertinggi baru, yang secara otomatis menyerap likuiditas dari pasar komoditas logam mulia.

Tekanan tambahan bagi perak juga datang dari rilis data makroekonomi Amerika Serikat yang kembali memperumit langkah The Fed. Pertumbuhan PDB AS untuk kuartal pertama direvisi naik menjadi 1,4%, mencerminkan ketangguhan aktivitas ekonomi domestik.

Di sisi lain, inflasi PCE yang menjadi acuan utama The Fed masih bertengger kuat di atas target dengan angka headline mencapai 3,8% dan PCE inti di level 3,2%.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang membandel ini memperkuat ekspektasi bahwa era suku bunga tinggi. Kebijakan restriktif ini meningkatkan beban biaya peluang (opportunity cost) bagi investor yang memegang perak karena komoditas ini tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menahan harga untuk reli lebih jauh.

Prospek Teknis dan Level Kunci Jangka Pendek

Memasuki periode perdagangan selanjutnya, perak diperkirakan masih akan terjebak dalam fase konsolidasi yang sangat luas dengan rentang pergerakan antara US$ 70,00 hingga US$ 90,00 per troy ons.

Batas resistensi terdekat yang harus ditembus untuk memicu pembalikan arah naik berada pada SMA 20 hari di level US$ 77,92, yang kemudian disusul oleh level psikologis kuat di US$ 78,00 per ons

Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali mendominasi dan memaksa harga menembus level penyangga kritis harian di bawah US$ 75,00, perak berisiko terseret jatuh lebih dalam menuju level US$ 73,09 hingga area US$ 70,87 yang merupakan batas pertahanan kuat bulanan.

Risiko penurunan ekstrem bahkan dapat membawa perak menguji batas SMA 200 hari yang berada jauh di kisaran US$ 65,97 per troy ons sebelum siklus politik menjelang pemilu sela kembali memanaskan pasar global.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |