Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak akan meningkat melampaui batasan 3% dari PDB.
Hal ini ditegaskan Airlangga menyusul angka defisit APBN pada tahun lalu yang mencapai 2,92% dari PDB. Angka defisit APBN 2025 ini disebut-sebut mempengaruhi pandangan investor asing terhadap stabilitas fiskal Indonesia.
"Jangan khawatir tentang defisit anggaran 3%. Negara lain dua kali lipat dan mereka tidak khawatir," tegasnya, kepada media, Rabu (14/1/2026).
"Investor apa ya? Ya kan kita sampai sekarang juga baik-baik saja. Jadi Indonesia sudah ekonominya resilence. Kita lihat dari segi ekspor juga," paparnya.
Ekspor, menurut Airlangga, akan ditopang oleh harga komoditas yang relatif flat. Selain itu, banyak program pemerintah yang akan dieksekusi pada tahun ini.
"Jadi ke depan, saya pikir kami harus optimis. Akan ada banyak kabar baik yang datang," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengerek rencana defisit APBN 2026 dari semula di sebesar Rp 638,8 triliun atau setara 2,48% dari produk domestik bruto (PDB) menjadi Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% PDB untuk mengantisipasi percepatan pertumbuhan ekonomi.
Caranya adalah dengan meningkatkan kebutuhan belanja untuk menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kendati sasaran defisit dinaikkan, Purbaya tetap berjanji bahwa defisit tetap akan dijaga ketat agar tidak melebihi 3%.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3

















































