Kantor Purbaya Ungkap Potensi 'Durian Runtuh RI' dari Krisis TimTeng

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah meyakini adanya dampak positif gejolak di Timur Tengah terhadap penerimaan negara berupa windfall profit atau durian runtuh dari peningkatan harga komoditas ekspor. Dengan adanya windfall profit ini, rencana untuk menerapkan kebijakan bea keluar seperti batu bara untuk memacu penerimaan negara mencuat.

Sayangnya, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu, belum bisa menjabarkan berapa potensi nilai windfall profit dari ekspor sumber daya alam RI.

"Belum kan kita masih sedang bahas, nanti kalau sudah jelas menunya kita umumkan pasti dengan potensi penerimaannya berapa," kata Febrio, usai diskusi di Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Kamis (9/4/2026).

Febrio menjelaskan bahwa kenaikan penerimaan negara berasal dari naiknya harga-harga komoditas seperti batu bara, CPO, nikel, hingga tembaga. Meskipun tanpa adanya perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Namun dengan melihat adanya potensi ini pemerintah berencana mengoptimalisasi tambahan penerimaan. Caranya dengan perubahan kebijakan, baik melalui peningkatan royalti maupun bea keluar.

"Nah itu yang nanti akan kita sedang bahas dengan Kementerian ESDM, ada berbagai mineral yang sedang kita lihat. Bisa bentuknya macam-macam, ada royalti, ada bea keluar, nanti akan kita finalkan, nanti kalau sudah final baru kita omongkan," katanya.

Salah satu yang sudah dipastikan adalah pengenaan bea keluar komoditas batubara berkisar antara 5% - 10%, yang akan diterapkan pada bulan ini. Selain itu juga ada rencana pengenaan pada komoditas lain seperti nikel, meski belum mau dikonfirmasi oleh Febrio.

"Itu (nikel) juga dalam pertimbangan, kita sedang pertimbangkan semuanya dengan Kementerian ESDM," tuturnya.

Windfall Profit Berujung Windfall Tax

Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun mengakui bahwa kenaikan harga minyak juga berpotensi diimbangi oleh peningkatan harga komoditas ekspor Indonesia.

Harga komoditas seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, hingga produk pertanian seperti karet dan kopi biasanya ikut naik saat harga minyak mentah dunia meningkat.

Artinya, komoditas tersebut akan mendapatkan tambahan keuntungan dari lonjakan harga minyak (windfall profit). Dengan kondisi itu, penerimaan negara dinilai masih dapat terjaga.

Misbakhun juga mengusulkan penerapan windfall tax atau pajak tambahan satu kali terhadap pelaku usaha sumber daya alam yang mendapat keuntungan besar dari kenaikan harga komoditas.

Menurutnya, penerapan windfall tax dinilai ideal karena pengelola sumber daya alam tersebut, yang mendapatkan konsesi dari pemerintah, juga mendapatkan keuntungan yang berlipat.

"Mereka berbagi beban di sini karena semua keuntungan bisnis yang diperoleh itu fasilitas negara. Penggunaan lahan hutan, penguasaan konsesi pertambangan, dan sebagainya," paparnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |