Kekeringan Panjang Ungkap Temuan Dunia Lain Berusia 11.000 Tahun

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekeringan panjang yang melanda Turki justru membuka sejarah kuno yang terkubur selama ribuan tahun. Surutnya air waduk di Bendungan Atatürk mengungkap struktur batu purba yang diduga berasal dari sekitar 11.000 tahun lalu.

Laporan Türkiye Today, penurunan permukaan air di Bendungan Atatürk di Adıyaman memperlihatkan situs arkeologi baru yang sebelumnya tertutup air dan lapisan tanah tebal.

Di lokasi tersebut, arkeolog menemukan struktur batu berbentuk huruf T yang memiliki kemiripan dengan desain situs prasejarah Göbeklitepe.

Temuan ini diduga bagian dari kelompok budaya "Tas Tepeler," yang berasal dari periode Neolitikum awal. Profesor Sabahattin Ezer dari Departemen Arkeologi Universitas Adıyaman mengatakan, situs-situs dari periode ini dapat memberikan gambaran penting mengenai kehidupan manusia ribuan tahun silam.

Kota 3.400 tahu silam

Hal yang sama juga pernah terjadi di Irak. Sebuah kota besar berusia 3.400 tahun muncul setelah ketinggian air waduk turun dengan cepat akibat kekeringan ekstrem.

Arkeolog Kurdi dan Jerman menggali pemukiman di waduk Mosul, di sepanjang Sungai Tigris di wilayah Kurdistan di Irak utara.

Sebuah 'istana' sudah pernah didokumentasikan ketika kota itu muncul sebentar pada tahun 2018, tetapi beberapa struktur tambahan didokumentasikan selama penggalian terbaru tahun 2022 lalu.

Beberapa penemuan termasuk benteng lengkap dengan menara dan dinding serta bangunan penyimpanan setinggi beberapa lantai.

Sebagian besar struktur terbuat dari batu bata lumpur yang dikeringkan matahari, yang biasanya tidak akan bertahan dengan baik di bawah air, kata para peneliti. Namun, terjadi gempa bumi sekitar tahun 1350 SM, dan sebagian dinding atas runtuh dan menutupi bangunan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |