Jakarta, CNBC Indonesia - Satu dari tiga orang tua tunggal di Swedia dilaporkan tidak mampu menyediakan cukup makanan untuk keluarga mereka. Hal ini terungkap dari survei yang diterbitkan Rabu merujuk ke meningkatnya ketimpangan ekonomi yang paling parah menimpa anak-anak.
"Kami melihat bahwa ibu dan ayah tunggal dengan anak-anak yang tidak memiliki penghasilan besar memiliki situasi yang sangat, sangat buruk di Swedia saat ini," kata sekretaris jenderal asosiasi bantuan Majblomman, yang memerangi kemiskinan anak, Ase Henell, kepada AFP, dimuat Kamis (27/3/2025).
"Mereka harus memilih antara makanan dan pakaian, dan anak-anak tidak dapat pergi ke pelatihan sepak bola atau pergi ke les musik. Mereka kekurangan konteks sosial," ujarnya.
Swedia telah mengalami inflasi tinggi selama beberapa tahun, terutama harga pangan. Banyak rumah tangga juga dibebani dengan pembayaran hipotek yang besar setelah bertahun-tahun mengalami suku bunga tinggi.
Sebenarnya survei ini dilakukan oleh Verian antara 30 Januari dan 21 Februari menemukan bahwa 29% rumah tangga orang tua tunggal mengalami "kesulitan" dalam memberi makan keluarga mereka dengan cukup. Ada peningkatan sembilan poin persentase dari tahun 2024.
Studi ini ditugaskan oleh Majblomman, Palang Merah dan Radda Barnen- cabang Save the Children di Swedia- bersama dengan asosiasi penyewa Hyresgastforeningen. Studi ini menanyai 1.112 orang tua tunggal yang berpenghasilan kurang dari 30.000 krona (sekitar Rp 49.437.300) per bulan, serta pasangan dengan anak-anak yang berpenghasilan kurang dari 43.000 krona per bulan.
"Situasinya semakin memburuk bagi orang-orang yang hidup di pinggiran," kata sekretaris jenderal Palang Merah Swedia, Ulrika Modeer.
"Anak-anak paling terpengaruh oleh kesenjangan ekonomi dan terlalu cepat terbebani dengan konsekuensinya," kata organisasi tersebut.
"Anak-anak tahu persis kapan gaji dan tunjangan sosial orang tua mereka dibayarkan, misalnya, dan menghindari menyebutkan kegiatan atau tamasya yang membutuhkan biaya."
Selain itu, banyak anak berusia 16 atau 17 tahun yang baru saja mendapatkan pekerjaan musim panas pertama mereka tidak mampu membayar transportasi umum untuk pergi ke tempat kerja mereka.
"Transportasi umum sangat penting bagi keluarga-keluarga ini, mereka tidak mampu untuk pergi ke kegiatan sepulang sekolah atau bertemu teman-teman mereka," kata Henell dari Majblomman.
"Kami memberi mereka kartu transportasi sehingga mereka bisa mendapatkan gaji pertama mereka," katanya.
Organisasinya telah meningkatkan bantuan keuangannya untuk anak-anak sebesar 12 juta krona dalam dua tahun terakhir.
Untuk membendung ketimpangan, keempat organisasi tersebut meminta pemerintah Swedia untuk meningkatkan pembayaran tunjangan keluarga dan mengindeksnya terhadap inflasi. Pemerintah juga memperkenalkan kegiatan rekreasi gratis dan transportasi umum untuk semua anak.
(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini: