Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz

10 hours ago 4

loading...

Blokade Selat Hormuz memicu kebuntuan pasokan energi global, namun di baliknya ada sebuah operasi rahasia kapal tanker hantu yang dilakukan UEA dengan mempertaruhkan nyawa. Foto/Dok

JAKARTA - Blokade Selat Hormuz memicu kebuntuan pasokan energi global, namun di baliknya ada sebuah operasi rahasia yang mempertaruhkan nyawa tengah berlangsung. Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mulai menggunakan taktik Tanker Hantu, atau berlayar tanpa pelacak lokasi untuk menyelundupkan minyak mentah keluar dari Teluk demi menghindari serangan drone dan rudal Iran.

Langkah berisiko tinggi ini dilakukan setelah jalur nadi energi dunia, Selat Hormuz saat ini praktis tertutup bagi siapa pun kecuali Iran. Sementara produsen lain seperti Irak dan Kuwait memilih berhenti menjual, UEA justru berjudi dengan maut untuk memastikan emas hitam mereka tetap sampai ke tangan pembeli di Asia.

Taktik Gelap di Jalur Maut Selat Hormuz

Data satelit dan pelacakan kapal mengungkapkan bahwa sepanjang April, setidaknya empat kapal tanker raksasa berhasil menyelinap keluar dari Selat Hormuz. Caranya? Kapal-kapal ini mematikan sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System/AIS) mereka agar tidak terdeteksi oleh radar pasukan Iran.

Baca Juga: OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari

Ironisnya, taktik ini adalah cara yang sama yang selama bertahun-tahun digunakan Iran untuk menghindari sanksi Amerika Serikat. Kini senjata itu justru digunakan UEA untuk melawan blokade Iran sendiri.

Operasi rahasia ini melibatkan pemindahan muatan di tengah laut (Ship-to-Ship Transfer) di luar zona konflik. Minyak dari tanker 'hantu' dipindahkan ke kapal lain yang kemudian membawanya ke kilang-kilang di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Korea Selatan.

Risiko besar ini ternyata sebanding dengan hasil yang didapat. Salah satu sumber menyebutkan bahwa kargo minyak mentah Upper Zakum milik Abu Dhabi berhasil dijual ke kilang di Asia Timur dengan harga rekor: premium USD20 per barel di atas harga resmi.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |